Hari Kedua JFC Suguhkan Parade Budaya WACI dan Artwear Carnival
- 25 Jul 2026 14:16 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Kemeriahan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 berlanjut memasuki hari kedua, Sabtu 25 Juli 2026 Ada dua agenda utama, yaitu Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) dan Artwear Carnival.
WACI menjadi panggung bagi berbagai kontingen dari sejumlah daerah di Indonesia untuk menampilkan kekayaan budaya melalui kostum dan pertunjukan khas masing-masing daerah.
Salah satunya berasal dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Sekjen Komando Pemersatu Adat Se- Kalimantan (Kopaskal), Dedi, mengaku antusias mengikuti JFC tahun ini.
“Pada penampilan nanti, kami akan membawakan Gerak Ledang, tarian yang berasal dari ritual adat Suku Dayak. Jumlah talent yang akan tampil sekitar 40 orang,” ujarnya.
Selain menjadi ajang unjuk budaya, WACI juga menjadi ruang pertemuan berbagai komunitas dari seluruh Indonesia untuk memperkenalkan tradisi dan potensi daerah masing-masing kepada masyarakat.
Ketua Umum Kopaskal, Adi Saputra, berharap, tahun depan pihaknya bisa dilibatkan kembali. Menurutnya, JFC menjadi wadah untuk memperkenalkan beragam budaya Indonesia.
“Terima kasih kepada JFC dan Pemkab Jember, sudah mengundang kami. Harapannya tahun depan bisa diundang lagi. Karena ini bagus untuk mengenalkan budaya-budaya kita,” katanya.
Sementara itu, pada malam hari, perhatian penonton akan beralih ke Artwear Carnival yang menghadirkan karya busana konseptual hasil kolaborasi desainer, komunitas kreatif, hingga mitra JFC.
Berbeda dengan WACI yang mengangkat keberagaman budaya Nusantara, Artwear Carnival lebih menonjolkan perpaduan fesyen, seni, dan pertunjukan panggung.
Presiden Jember Fashion Carnaval, Budi Setiawan, mengatakan seluruh rangkaian acara pada JFC 2026 mengusung tema HEAL (Humanity, Earth and Life) yang diwujudkan melalui sebuah perjalanan cerita.
“Tema ini terdiri dari beberapa defile yang merupakan sebuah perjalanan. Perjalanan bumi untuk menemukan nilai-nilai kebijaksanaan dari berbagai dinamika yang terjadi. Pada akhirnya, perjalanan itu menyampaikan satu kesimpulan bahwa menjadi manusia tidak harus sempurna, tetapi yang terpenting adalah bagaimana manusia memiliki kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Melalui rangkaian agenda hari kedua ini, JFC tidak hanya menghadirkan pertunjukan budaya dan fesyen, tetapi juga mengajak masyarakat menyampaikan pesan tentang kepedulian terhadap sesama, bumi, dan kehidupan melalui karya-karya kreatif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....