Mahasiswa KKN Kolaboratif Dilibatkan Validasi Data Kemiskinan di Jember
- 24 Jul 2026 07:31 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Pemkab Jember melibatkan sekitar 3.000 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif ke-5, untuk membantu validasi data masyarakat.
Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat pengentasan kemiskinan berbasis data. Khususnya kelompok desil dua, agar berbagai program bantuan sosial dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
Bupati Jember, Muhammad Fawait mengatakan, keterlibatan mahasiswa di 248 desa dan kelurahan diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih akurat.
Sehingga berbagai program bantuan sosial dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
"Ini menjadi momentum bagi seluruh mahasiswa untuk membuktikan bahwa kampus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Mari bersama-sama berkontribusi mengentaskan kemiskinan di Jember," katanya, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah karena mampu berkontribusi melalui pendataan, rekomendasi, dan gagasan yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Ia menilai persoalan ketidaktepatan data penerima bantuan masih menjadi tantangan di lapangan.
Karena itu, kehadiran mahasiswa yang terjun langsung ke desa diharapkan dapat meningkatkan akurasi data sebagai dasar penyusunan program pengentasan kemiskinan.
"Dalam sejarah, setiap perubahan besar selalu diawali oleh peran kaum muda. Hari ini adik-adik mahasiswa memiliki kesempatan memberikan kontribusi nyata kepada bangsa melalui KKN," ujarnya.
Selain mendukung validasi data, KKN Kolaboratif ke-5 mengusung tema Desa Cinta dengan fokus pada penguatan desa cerdas melalui literasi data, desa inklusi melalui pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas, serta desa tangguh melalui pengembangan kewirausahaan masyarakat.
Fawait juga mengajak mahasiswa memanfaatkan KKN sebagai ruang pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik.
“Kami berharap KKN tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan data dan rekomendasi yang bermanfaat bagi pembangunan daerah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Fawait juga mengumumkan rencana Pemkab Jember membuka program beasiswa bagi sekitar 4.000 mahasiswa asal Jember yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Program tersebut ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu maupun mahasiswa berprestasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....