Polsek Curahdami Bersama Forkopimcam Plus Sidak Tiga Dapur SPPG
- 23 Jul 2026 16:36 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Polsek Curahdami bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Plus melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Kamis, 23 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan makanan yang disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat memenuhi standar keamanan pangan, kebersihan, serta kandungan gizi yang ditetapkan.
Monev yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB itu menyasar SPPG Curahpoh 1, SPPG Curahpoh 2 Asmil Yonif 514/SY, dan SPPG Poncogati.
Tim yang dipimpin Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H., bersama Camat Curahdami Guruh Purnama P.S., S.STP., M.Si., Danramil Curahdami Kapten Inf Heri Purwanto, Kepala UPTD Puskesmas Curahdami dr. Pong Hariadi Susetyo, Kepala Komando Rumah Yonif 514/SY Kapten Inf Eddy Sabara, serta Ahli Gizi UPTD Puskesmas Curahdami Shanti Rahayu, S.St., melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah aspek.
Pemeriksaan meliputi administrasi, kondisi dapur, sarana dan prasarana, bahan baku, hingga proses pengolahan makanan. Setiap temuan yang dinilai perlu diperbaiki langsung disampaikan kepada pengelola sebagai bahan evaluasi.
Di SPPG Curahpoh 2 Asmil Yonif 514/SY, tim menemukan sejumlah catatan, di antaranya sirkulasi udara yang belum optimal, keterbatasan alat pembasmi serangga, dan ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) yang belum mencukupi.
Tim juga menemukan kerusakan pada bagian lantai dan kran air yang perlu segera diperbaiki. Pengelola diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya debu serta berkembangnya bakteri dan kuman, terutama di tengah kondisi cuaca yang berangin.
Dari sisi kandungan gizi, makanan yang disalurkan dari SPPG tersebut dinilai telah memenuhi standar. Namun, pengelola diminta terus menjaga kualitas dan variasi menu agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat penerima manfaat.
Sementara di SPPG Curahpoh 1, tim menemukan tabung gas untuk pemanas air yang masih sering dibuka dan dipasang kembali sehingga belum terpasang secara permanen.
Ketersediaan APAR juga dinilai masih kurang karena belum tersedia di setiap ruangan. Selain itu, ditemukan beberapa butir telur yang belum dibersihkan secara optimal sebelum masuk dalam proses pengolahan.
Pengelola diminta segera memasang tabung gas secara permanen serta melengkapi APAR dengan ketentuan minimal dua unit di setiap ruangan kerja. Seluruh bahan baku, khususnya telur, juga diwajibkan dibersihkan dengan standar kebersihan yang ketat sebelum diolah.
Adapun di SPPG Poncogati, tim menemukan jalur pengembalian alat ompreng yang masih melewati ruang produksi makanan. Alat pembasmi serangga juga ditemukan tergantung tepat di atas area pengolahan makanan.
Selain itu, kamar mandi masih berada dalam satu ruangan dengan area produksi dan penyimpanan bahan. Tim kemudian meminta jalur pengembalian alat ompreng diubah agar tidak melewati area pengolahan makanan.
Pintu kamar mandi juga diminta dipindahkan keluar dari ruang produksi dan tempat penyimpanan bahan. Sementara alat pembasmi serangga harus digeser menjauh dari meja pemorsian maupun area pengolahan untuk mencegah potensi kontaminasi makanan.
Kapolsek Curahdami AKP Muktamar mengatakan, monitoring dan evaluasi tersebut bukan dilakukan untuk mencari kesalahan pengelola SPPG, melainkan sebagai langkah preventif untuk memastikan program pemenuhan gizi berjalan sesuai standar pelayanan.
"Kami bersama Forkopimcam Plus ingin memastikan setiap makanan yang disajikan kepada penerima manfaat benar-benar sehat, bergizi, higienis, dan diolah dengan memperhatikan standar keamanan pangan. Setiap catatan yang ditemukan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi bersama untuk segera diperbaiki," ujar AKP Muktamar.
Menurutnya, sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, ahli gizi, pengelola yayasan, dan pihak terkait lainnya menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas program pemenuhan gizi.
"Ketika semua unsur bergerak bersama, maka pengawasan akan lebih kuat dan setiap persoalan dapat segera ditemukan solusinya. Prinsip kami sederhana, makanan yang diberikan kepada masyarakat harus benar-benar layak, aman, bersih, dan memberikan manfaat bagi kesehatan," tegasnya.
Para pengelola dapur SPPG yang menjadi sasaran monitoring menyatakan siap menindaklanjuti seluruh catatan dan arahan yang disampaikan tim.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memastikan proses pemenuhan gizi tidak hanya berfokus pada tersedianya makanan, tetapi juga memperhatikan keamanan bahan baku, kebersihan dapur, proses pengolahan, hingga makanan diterima oleh masyarakat penerima manfaat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....