OJK Dukung Vorsa UMKM Buka Akses Modal Usaha
- 22 Jul 2026 19:16 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember yang mewilayahi kawasan Sekar Kijang (Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Jember, dan Lumajang) mendukung Program Vorsa UMKM Pemkab Situbondo.
Kepala OJK Jember, Aris Budiman mengaku, OJK akan memberikan kemudahan akses pinjaman modal usaha melalui Perbankan yakni Bank Jatim dan BTN sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM di Situbondo.
"Target kita, seluruh pelaku UMKM, bisa mendapatkan akses keuangan melalui Perbankan. Kami sudah bermitra dengan Bank Jatim dan BTN," ujar Aris Budiman saat menghadiri acara Edukasi Keuangan dan Vorsa UMKM di Aula Pemkab Situbondo, yang diikuti puluhan pelaku UMKM, Rabu, 22 Juli 2026.
Selama ini, ribuan pelaku usaha kecil dan menengah mengeluhkan sulitnya mengakses pinjaman modal usaha melalui Program Vorsa UMKM karena terkendala Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
"Per 1 Juli 2026, pinjaman di bawah Rp1 juta SLIK tidak akan muncul lagi. Kalau misalnya ada pelunasan yang sebelumnya macet maka bulan depan baru SLIK terhapus," terang Aris Budiman.
Menurut Aris Budiman, para pelaku UMKM ini perlu dibekali dengan literasi, agar memahami cara meningkatkan kapasitas usaha, mengelola keuangan secara bijak dan mengelola bisnis secara sehat.
"Hari ini kita bekali para pelaku UMKM dengan literasi untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka, sebelum mereka mendapatkan kemudahan akses keuangan," tegasnya.
OJK juga akan melakukan evaluasi dan monitoring penyaluran Program Vorsa UMKM dengan meminta data secara berkala kepada Bank Jatim dan Bank BTN untuk memastikan program ini berjalan dengan baik.
"Kalau marketplace lending atau MPLnya terjaga dengan baik, maka kita dorong dari pinjaman maksimal Rp20 juta bisa Rp50 juta nantinya," ungkap Aris Budiman.
Vorsa UMKM merupakan program Pemkab Situbondo, sebagai bentuk komitmen dukungan pemerintah daerah setempat terhadap para pelaku UMKM untuk mendapatkan pinjaman modal usaha maksimal Rp20 juta, tanpa bunga bank dan biaya administrasi karena sudah ditanggung pemerintah daerah.
Sementara itu, Evita Sukma, salah satu peserta Edukasi Keuangan Vorsa UMKM mengaku terbantu dengan kegiatan OJK yang melibatkan hampir 100 orang pelaku UMKM karena bisa membuka wawasan salah satunya tentang pengelolaan keuangan.
"Senang bisa ikut kegiatan ini karena menambah ilmu pengetahuan cara mengatur keuangan dan cara mengelola keuangan secara digital," ucapnya.
Evita Sukma punya usaha sayur selada hidroponik. Omzetnya mencapai Rp10 juta sekali panen. Butuh waktu 45 hari mulai dari menanam sampai panen. Keuntungannya bisa mencapai Rp6 juta dalam sekali panen.
"Saya punya kebun hidroponik selada. Omzet setiap kali panen minimal Rp10 juta. Saya berencana mengajukan pinjaman Vorsa UMKM karena tanpa bunga dan biaya administrasi lainnya," bebernya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....