Banyuwangi Tuan Rumah Konsolidasi Nasional ASEAN Smart City Network
- 21 Jul 2026 00:12 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi menjadi tuan rumah konsolidasi nasional dalam Sidang ke-9 ASEAN Smart City Network (ASCN) yang digelar secara virtual, Senin 20 Juli 2026. Pertemuan tersebut diikuti pemerintah pusat bersama enam daerah anggota ASCN dari Indonesia untuk menyusun posisi nasional sekaligus membahas pengembangan kota cerdas berkelanjutan, termasuk pengelolaan sampah.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, mengatakan Indonesia saat ini tidak hanya berperan sebagai National Representative, tetapi juga sebagai Shepherd yang bertugas membina pengembangan smart city di kawasan Asia Tenggara. Sidang ASCN tahun ini dipimpin Filipina dan dilaksanakan secara virtual atas permintaan negara tersebut.
Safrizal menjelaskan, Indonesia kini memiliki enam daerah anggota ASEAN Smart City Network, yakni DKI Jakarta, Makassar, Banyuwangi, Sumedang, serta dua anggota baru yang disetujui tahun ini, yaitu Kota Semarang dan Kota Denpasar.
"Banyuwangi merupakan salah satu anggota tertua ASEAN Smart City Network sejak 2015 dan menjadi contoh penerapan smart city berbasis wilayah rural atau smart village," ujar Safrizal, Senin 20 Juli 2026.
Dalam sidang tersebut, Indonesia mengangkat pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai praktik terbaik yang dipromosikan kepada negara-negara anggota ASEAN. Strategi tersebut dilakukan melalui pendekatan hulu hingga hilir, mulai dari penerapan konsep reduce, reuse, recycle (3R) hingga pengembangan teknologi waste to energy.
Pemerintah, tengah menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di 50 kabupaten/kota. Saat ini sebanyak 24 lokasi sedang diproses sebagai bagian dari upaya mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Banyuwangi ditunjuk sebagai tuan rumah konsolidasi nasional karena memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan smart city sejak bergabung dengan ASCN pada 2015. Fokus pengembangannya diarahkan pada peningkatan pelayanan publik berbasis digital hingga tingkat desa untuk mendukung pengentasan kemiskinan.
"Kami terus menguatkan pelayanan berbasis desa dengan dukungan digitalisasi, basis data yang akurat, serta melibatkan masyarakat agar manfaat program pemerintah semakin luas dirasakan warga," ucap Bupati Ipuk.
Selain menjadi ajang konsolidasi nasional, forum ASCN juga dimanfaatkan sebagai wadah berbagi pengalaman dan inovasi antardaerah anggota. Banyuwangi dan Sumedang menjadi contoh pengembangan smart city berbasis kawasan perdesaan, sedangkan DKI Jakarta, Makassar, Semarang, dan Denpasar mewakili karakteristik wilayah perkotaan dan pariwisata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....