BEC 2026 Tampilkan Heroisme Perang Bayu di Panggung Dunia

  • 19 Jul 2026 01:42 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 kembali memukau ribuan penonton yang memadati sepanjang rute parade, Sabtu 18 Juli 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-14, karnaval budaya tersebut menghadirkan tema "Perang Bayu" yang mengangkat kisah heroik masyarakat Blambangan melawan penjajahan Belanda pada abad ke-18.

Sekitar 100 talent mengenakan kostum etnik spektakuler dan berjalan sejauh 2 kilometer dari Taman Blambangan menuju Jalan Ahmad Yani. Ribuan warga dan wisatawan memenuhi area pertunjukan untuk menyaksikan parade yang menjadi salah satu agenda unggulan Banyuwangi Festival tersebut.

BEC tahun ini juga menarik perhatian dunia dengan kehadiran delegasi dari negara-negara anggota ASEAN, East Asia Summit (EAS), serta Pacific Islands Forum (PIF). Sejumlah pejabat nasional turut hadir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, perwakilan Kementerian Pariwisata, anggota DPR RI, serta pimpinan BUMN dan sektor swasta.

"Kita dapat melihat sebuah semangat bersama from local to global. Hal tersebut ditunjukkan melalui kekuatan budaya, inovasi, serta kreativitas masyarakat Banyuwangi melalui BEC," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sabtu 18 Juli 2026.

Khofifah menilai BEC tidak hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, tetapi juga mampu menginspirasi perkembangan seni dan peradaban. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, budayawan, seniman, dan pelaku industri kreatif berhasil menghadirkan pertunjukan yang memiliki nilai budaya sekaligus daya tarik wisata bertaraf internasional.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan keberhasilan penyelenggaraan BEC merupakan hasil sinergi berbagai pihak, terutama generasi muda yang terlibat dalam proses kreatif hingga pelaksanaan parade. Ia berharap semangat kolaborasi tersebut terus menjadi modal dalam membangun Banyuwangi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang memberi sumbangsih atas terselenggaranya BEC tahun ini, terutama anak-anak muda yang terlibat dalam parade ini. Semoga BEC tahun ini menjadi tonggak bagi kita semua untuk bersama-sama membangun Banyuwangi," kata Bupati Ipuk Fiestiandani.

Mengusung lima subtema, kostum-kostum yang ditampilkan menggambarkan semangat perjuangan masyarakat Blambangan dalam Perang Bayu. Selain menjadi tontonan, parade tersebut juga menjadi media edukasi sejarah sekaligus promosi budaya lokal kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....