Materi MPLS di Tekung Lumajang Dengan Bahaya Judi Online
- 15 Jul 2026 16:56 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Lumajang- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Bina Insani, Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, diisi dengan penyuluhan hukum. Polsek Tekung hadir memberikan edukasi kepada pelajar baru tentang bahaya judi online dan pinjaman online ilegal, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan dipimpin langsung Kanit Binmas Polsek Tekung, Bripka Jupiter Jehuzua Salatnaya. Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi membawa kemudahan, namun juga membuka celah kejahatan digital yang banyak menyasar remaja.
Dalam pemaparannya, Bripka Jupiter menjelaskan judi online seringkali bermula dari rasa penasaran. Namun dampaknya berantai.
"Judi online bukan sekadar permainan. Dampaknya sangat besar, mulai dari kehilangan uang, terganggunya konsentrasi belajar, rusaknya hubungan dengan keluarga, hingga dapat mendorong seseorang melakukan tindak pidana karena terdesak kebutuhan ekonomi. Jangan pernah mencoba karena sekali terjerat akan sulit untuk keluar," ujarnya Rabu 15 Juli 2026
Selain judi online, ia juga mengingatkan risiko pinjaman online. Menurutnya, banyak layanan pinjol ilegal yang menawarkan pencairan cepat namun dibarengi bunga tinggi dan metode penagihan yang meresahkan.
"Pinjaman online yang tidak dikelola secara bijak bisa menjadi beban. Apalagi jika berasal dari layanan ilegal. Sebagai pelajar, kalian harus lebih bijak menggunakan teknologi dan tidak mudah percaya terhadap tawaran yang beredar di media sosial maupun internet," katanya.
Bripka Jupiter mengajak siswa memanfaatkan gawai dan internet untuk hal produktif, seperti belajar, mengasah keterampilan, dan mencari informasi yang mendukung masa depan.
Antusiasme peserta terlihat selama penyuluhan. Siswa aktif bertanya seputar modus judi online dan cara menghindari jebakan pinjol ilegal.
Kapolsek Tekung AKP Eka Nurprianto Zen, S.Tr.K., S.I.K., mengatakan penyuluhan di MPLS merupakan bagian dari upaya Polri membentuk karakter generasi muda yang melek hukum sejak dini.
"Kami ingin membekali para pelajar dengan pengetahuan tentang berbagai ancaman yang saat ini berkembang di era digital. Judi online maupun pinjaman online dapat merusak masa depan apabila tidak dipahami risikonya. Karena itu, kami hadir untuk memberikan edukasi agar para siswa mampu melindungi diri dari pengaruh negatif tersebut," jelas AKP Eka.
Ia menambahkan, pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri oleh kepolisian. Diperlukan sinergi sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk mengawasi serta membimbing remaja.
"Kami berharap para siswa dapat memanfaatkan teknologi secara positif, fokus belajar, meningkatkan prestasi, dan tidak mudah tergoda oleh hal-hal yang hanya memberikan keuntungan sesaat tetapi berisiko besar terhadap masa depan mereka. Jadilah generasi yang cerdas, berkarakter, dan taat hukum," tegasnya.
Kapolsek mengapresiasi partisipasi siswa yang dinilai tinggi. Menurutnya, hal itu menunjukkan kepedulian pelajar terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat.
Kegiatan berlangsung interaktif, aman, dan tertib. Pihak sekolah berharap materi tersebut menjadi bekal bagi siswa untuk lebih bijak bermedia digital serta menjauhi praktik judi online dan pinjaman online yang merugikan diri sendiri, keluarga, dan masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....