Menjaga Asa di Arena KRAI ABU Indonesia 2026

  • 12 Jul 2026 21:03 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID - Jember : Deru roda robot mulai terdengar di berbagai sudut arena. Lengan mekanik bergerak presisi, sementara para mahasiswa sibuk memeriksa kabel, sensor, dan program yang telah mereka sempurnakan selama berbulan-bulan. Di balik kecanggihan teknologi itu, tersimpan semangat, kerja keras, dan harapan besar yang dipertaruhkan dalam Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI ABU) 2026.

Tahun ini menjadi momen istimewa bagi Universitas Jember (UNEJ). Untuk pertama kalinya, kampus di ujung timur Pulau Jawa tersebut dipercaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Belmawa sebagai tuan rumah ajang robotika paling bergengsi di Indonesia.

Kepercayaan itu bukan datang begitu saja. Persiapan telah dimulai sejak April hingga Mei 2026 melalui serangkaian koordinasi, visitasi, hingga penilaian kelayakan fasilitas kampus.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., mengatakan optimisme menjadi modal utama, baik bagi tim UNEJ maupun penyelenggaraan kompetisi.

"Kami punya optimisme bahwa tim dari UNEJ memiliki daya kompetitif yang cukup baik. Persiapan juga sudah dilakukan jauh-jauh hari karena kegiatan ini rutin setiap tahun. Namun, hasil akhirnya tetap ditentukan kondisi teknis di lapangan. Harapan kami semua tentu kompetisi berjalan lancar, sukses, dan sesuai standar yang telah ditentukan," ujar Fendi Sabtu, 11 Juni 2026.

Menurut Fendi, proses penunjukan UNEJ sebagai tuan rumah diawali dengan penilaian langsung terhadap sarana dan prasarana kampus.

"Alhamdulillah Universitas Jember dipercaya oleh Belmawa sebagai tuan rumah KRAI ABU Indonesia 2026. Setelah melalui visitasi dan penilaian, juri menyatakan fasilitas yang kami miliki representatif sehingga dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak penyelenggaraan," tambahnya.

Bagi UNEJ, menjadi tuan rumah bukan sekadar menyediakan arena pertandingan, tetapi juga menjadi kesempatan memperkenalkan kapasitas kampus dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi mahasiswa.

Ketua Panitia Pelaksana KRAI 2026, Prof. Ir. Dr. Bambang Sujanarko, IPU, berharap penyelenggaraan kompetisi mampu mengangkat nama Universitas Jember di tingkat nasional sekaligus mendukung agenda pembinaan talenta mahasiswa.

"Tahun ini Universitas Jember menjadi tuan rumah ABU Indonesia dan ini pertama kalinya kami menjadi tuan rumah di bidang robotika. Kami berharap bendera Universitas Jember bisa berkibar di tingkat nasional, membantu kementerian menyukseskan kegiatan kemahasiswaan, sekaligus melahirkan prestasi robotika yang nantinya mewakili Indonesia pada kompetisi internasional di Hong Kong," katanya.

Sebagai tuan rumah, Universitas Jember juga menyambut kehadiran 28 perguruan tinggi dari berbagai penjuru Indonesia. Mereka datang membawa robot terbaik hasil pengembangan selama berbulan-bulan untuk memperebutkan tiket menuju ABU Robocon 2026 di Hong Kong. Perguruan tinggi peserta tersebut meliputi Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Politeknik Negeri Batam, Politeknik Negeri Jember, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Padang, Politeknik Negeri Sriwijaya, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Universitas Telkom, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas PGRI Semarang, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Sanata Dharma, Universitas Sriwijaya, Universitas Tadulako, serta Universitas Jember sebagai tuan rumah.

Keberagaman peserta menunjukkan semakin berkembangnya ekosistem robotika di perguruan tinggi Indonesia. Tak hanya menjadi ajang adu kecanggihan teknologi, KRAI ABU juga menjadi ruang bertemunya para inovator muda yang saling bertukar pengalaman, berdiskusi, dan membangun jejaring kolaborasi demi kemajuan robotika nasional.

Di balik persaingan, suasana pit area justru dipenuhi semangat kolaborasi. Tim-tim dari berbagai perguruan tinggi saling berbagi pengalaman sambil menyempurnakan robot masing-masing yang mengusung tema Kung Fu Quest, tema resmi ABU Robocon tahun ini yang akan digelar di Hong Kong.

Dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Junathan Richie, programmer sekaligus operator robot, membawa dua robot andalan.

"Kami membawa dua robot, yaitu robot manual dan robot otomatis. Robot manual bertugas mengambil tongkat, mengambil kotak, menyusun kotak ke rak, bahkan bisa mendorong kotak lawan menggunakan tongkat yang diambil. Kami optimistis bisa menjadi juara satu lagi di KRAI tahun ini," ujarnya.

Optimisme serupa datang dari Tim Maestro Evo Universitas Negeri Yogyakarta. Bagi mereka, tahapan kompetisi menjadi kesempatan memastikan seluruh sistem robot bekerja aman dan optimal sebelum memasuki pertandingan sesungguhnya.

Isna Bagus Purnawan menjelaskan bahwa tema Kung Fu Quest yang diangkat ABU Robocon Hong Kong menuntut robot memiliki presisi tinggi dalam menyelesaikan setiap tantangan.

"Hari ini kami memastikan robot benar-benar aman untuk kompetisi. Saat latihan robot kami mampu menyelesaikan seluruh challenge, tetapi penyesuaian dengan kondisi lapangan masih harus dimaksimalkan lagi," katanya.

Sementara itu, Tim Garudago dari Institut Teknologi Bandung (ITB) datang dengan persiapan yang tidak singkat. Hampir satu tahun mereka mengembangkan robot setelah petunjuk teknis ABU Robocon Hong Kong diterbitkan.

Perwakilan tim, Karol Yangqian Poetracahya, mengatakan seluruh anggota telah bekerja sesuai bidang masing-masing, mulai dari divisi mekanik hingga sistem kontrol.

"Persiapan sudah satu tahun sejak petunjuk dari ABU Robocon Hong Kong keluar. Kami datang ke sini untuk memberikan yang terbaik. Dalam tim ada enam anggota yang menangani berbagai divisi, mulai dari kontrol hingga mekanik," ujarnya.

Di arena inilah teknologi bertemu dengan mimpi. Setiap baut yang dikencangkan, setiap sensor yang dikalibrasi, dan setiap baris kode yang ditulis merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani para mahasiswa. Mereka bukan hanya berlomba menjadi yang terbaik, tetapi juga membawa semangat inovasi yang akan menentukan masa depan teknologi Indonesia.

KRAI ABU Indonesia 2026 pun menjadi lebih dari sekadar kompetisi robotika. Dari Universitas Jember, semangat kolaborasi, kreativitas, dan inovasi kembali ditegaskan. Harapannya, dari kampus ini akan lahir wakil Indonesia yang mampu mengibarkan Merah Putih di panggung ABU Robocon 2026 di Hong Kong, sekaligus menginspirasi semakin banyak generasi muda untuk terus mengembangkan teknologi demi kemajuan bangsa.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....