Ponpes Nurul Jadid Melaksanakan Kegiatan Osabar Santri Baru

  • 11 Jul 2026 18:58 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID - Probolinggo Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, melakukan kegiatan Orientasi Santri Baru (Osabar) sebagai titik awal pembentukan arah dan tujuan santri selam mondok.

Wakil Kepala Pesantren, Gus Mohammad Imdad Robbani saat membuka kegiatan Orientasi Santri Baru mengatakan bahwa setiap santri harus mampu memahami tujuan mereka berada dan tinggal di pesantren.

"Osabar ini momentum krusial bagi setiap santri baru untuk memahami tujuan mereka mondok dan apa yang ingin dicapai selama di pesantren," ucapnya, Sabtu, 11 Juli 2026.

Gus Imdad menjelaskan bahwa yang menjadi tujuan utama mondok di Pondok Pesantren Nurul Jadid, adalah untuk mengaji dan mencari ilmu karena Allah, bukan semata-mata untuk mencari ijazah, atau sekadar mempersiapkan pekerjaan di masa depan.

"Tema Osabar tahun ini adalah 'Tata Niat, Bangun Tekad, Santri Hebat'. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan panduan agar santri baru sejak hari pertama sudah punya pijakan yang jelas. Mondok dengan niat lurus dan tekad membaja," bebernya.

Kata Gus Imdad, proses menuntut ilmu di pesantren tidaklah mudah. Tanpa niat yang kuat, santri mudah goyah ketika menghadapi tantangan lingkungan, termasuk pengaruh negatif dari lingkungan sekitar.

"Pendidikan di pesantren adalah proses membentuk jiwa, bukan sekadar fisik. Sesuai dengan lagu kebangsaan kita, bangunlah jiwanya terlebih dahulu, baru bangunlah badannya," ujarnya.

Untuk menjaga semangat itu tetap hidup, Gus Imdad berpesan kepada seluruh pengurus agar tidak bosan mengingatkan santri baru meluruskan niat di setiap aktivitas, dari belajar di kelas, mengaji, shalat berjamaah, hingga kerja bakti.

"Pesantren ini menerapkan kurikulum terpadu dengan akidah dan ilmu fardu 'ain sebagai fondasi utama, dilengkapi ilmu modern seperti komputer, sains, dan bahasa asing (Arab, Inggris, Mandarin) sebagai bekal kompetensi di tengah masyarakat global," ungkapnya.

Gus Imdad mengingatkan bahwa tidak ada ulama besar atau tokoh hebat yang lahir dari cara belajar yang santai. Ia mendorong para santri menjadi generasi yang mampu memberikan solusi bagi bangsa menuju Indonesia Emas.

"Santri hebat adalah mereka yang memiliki kapasitas untuk menjadi solusi bagi bangsa, bukan menjadi bagian dari masalah," pesannya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....