Pemkab Fasilitasi Mou antara APLS dan Asosiasi SPPG

  • 09 Jul 2026 11:14 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memfasilitasi penandatanganan perjanjian kerja sama antara Asosiasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Asosiasi Peternak Layer Situbondo (APLS).

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan MoU ini sangat tepat dilakukan untuk memberikan kepastian kepada peternak ayam petelur khususnya saat harga telur anjlok, karena terjadi tren fluktuasi harga.

"Seperti saat ini kondisi harga telur anjlok di pasaran, peternak tidak punya kepastian. Dengan MoU ini, harga sudah ditentukan sesuai kesepakatan, Rp27.500 per kilogram," ujar Bupati Rio usai acara penandatanganan MoU yang berlangsung di ruang Pendopo Situbondo, Kamis, 9 Juli 2026.

Bupati Rio mengemukakan keberadaan Asosiasi Peternak Layer Situbondo (APLS) menjadi motor penggerak bagi peternak ayam petelur lainnya, untuk memenuhi kebutuhan telur di Situbondo, termasuk yang dibutuhkan SPPG.

"Hukum resonansi itu, bergeraknya suatu benda akibat bergeraknya benda yang lain. Selama ini peternak bergerak sendiri. Melalui asosiasi peternak ini maka bergeraknya akan lebih kuat," bebernya.

Ke depan, Bupati Rio menyarankan kerjasama SPPG ini tidak hanya dengan Asosiasi Peternak Layer Situbondo, tetapi juga dengan para penghasil ikan, petani penghasil pupuk cair organik, dan dengan lainnya.

"Ini juga SPPG akan ada kesepakatan dengan petani yang memproduksi pupuk cair organik atau POC, agar limbah SPPG bisa dimanfaatkan untuk bahan membuat POC," kata Bupati Rio.

Sementara itu, Ketua APLS, Fitrah Hafif berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah menjembatani kerjasama antara APLS dengan Asosiasi SPPG di bidang pasokan telur ayam ras.

"Kerjasama ini tentu menguntungkan bagi kami peternak ayam petelur, karena ada kesepakatan harga dengan SPPG, Rp27.000 per kilogram," ujarnya.

Kesepakatan harga ini akan diperbaharui setiap tiga bulan sekali. Katanya, harga Rp27.500 per kilogram itu sudah menguntungkan bagi peternak. Dengan harga tersebut, peternak bisa untung Rp2.000 per kilogram.

Hafif mengemukakan bahwa ada sekitar 60 peternak yang tergabung dalam APLS. Mereka adalah peternak skala kecil, dengan kepemilikan ayam petelur mulai dari 20 ekor sampai 25.000 ekor. Per hari bisa menghasilkan 5 ton telur.

produksi telur di Kabupaten Situbondo sebanyak 3,5 ton per hari, April melonjak sampai 5 ton per hari. Pada saat jumlah telur naik, harganya turun. Peternak ini notabene adalah peternak kecil, bukan peternak besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....