Kepala LAN RI: AI Tak Bisa Gantikan Integritas Manusia
- 05 Jul 2026 05:42 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menuntut generasi muda terus meningkatkan kompetensi, kemampuan berpikir kritis, dan semangat belajar sepanjang hayat. Pesan tersebut disampaikan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Dr. Muhammad Taufiq, DEA, saat memberikan kuliah umum di Universitas Islam Cordoba (UI Cordoba) Banyuwangi, Jumat 3 Juli 2026.
Kuliah umum bertema "Menjadi Generasi Pembelajar Sepanjang Hayat: Kepemimpinan, Pelayanan Publik, dan Masa Depan Indonesia di Era Digital" itu diikuti ratusan mahasiswa dan dosen.
Muhammad Taufiq mengatakan perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga proses belajar tidak boleh berhenti setelah menyelesaikan pendidikan formal. Menurutnya, kemampuan analisis dan kemauan terus belajar menjadi bekal utama menghadapi perubahan.
"Perubahan hari ini bergerak sangat cepat. Karena itu, semangat belajar tidak boleh berhenti ketika seseorang lulus dari bangku kuliah. Justru di situlah proses belajar yang sesungguhnya dimulai. Teruslah memperdalam ilmu, menguatkan daya analisis, dan jangan pernah merasa cukup dengan pengetahuan yang dimiliki," ujar Taufiq, Jumat 3 Juli 2026.
Ia menambahkan setiap profesi harus terus memperkuat kompetensi agar mampu memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat. Penguasaan ilmu dan keahlian, kata dia, menjadi faktor penting dalam menghasilkan keputusan yang tepat di berbagai bidang.
Dalam kesempatan tersebut, Taufiq juga menyoroti pesatnya perkembangan AI yang kini telah diterapkan di sektor pendidikan, pemerintahan, hingga pelayanan publik. Ia menegaskan teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan, namun tidak dapat menggantikan nilai-nilai dasar yang dimiliki manusia.
"Artificial Intelligence mampu membantu manusia bekerja lebih cepat, tetapi AI tidak dapat menggantikan integritas, kebijaksanaan, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu, jangan hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga bangun karakter yang membuat teknologi digunakan untuk kemaslahatan," tutur Taufiq.
Kuliah umum berlangsung interaktif. Mahasiswa memanfaatkan sesi tanya jawab untuk mendiskusikan transformasi birokrasi, penerapan AI dalam pelayanan publik, hingga kompetensi yang dibutuhkan agar mampu bersaing di era digital.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Cordoba, Prof. Dr. Agus Trihartono, S.Sos., M.A., Ph.D., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperluas wawasan mahasiswa melalui dialog langsung dengan para pemimpin nasional.
"Kampus harus menjadi ruang lahirnya pemimpin masa depan yang mampu berpikir kritis, adaptif terhadap perubahan, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Kehadiran para pemimpin nasional di lingkungan kampus merupakan bagian dari ikhtiar kami untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus menghubungkan dunia akademik dengan realitas kebijakan publik," ujar Agus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....