Bupati Ipuk Imbau Warga Cek Legalitas Travel Umrah

  • 03 Jul 2026 13:37 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umrah menyusul kasus dugaan travel fiktif yang menyebabkan belasan calon jemaah gagal berangkat meski telah melunasi biaya perjalanan. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Polresta Banyuwangi mengingatkan warga agar memastikan legalitas biro perjalanan sebelum mendaftar.

Ipuk mengatakan masyarakat perlu lebih teliti saat memilih penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Selain memastikan memiliki izin resmi, warga juga diminta tidak mudah tergiur tawaran biaya perjalanan yang jauh di bawah harga normal.

"Kami turut prihatin atas adanya jemaah yang gagal berangkat meski sudah membayar. Karena itu, masyarakat harus memastikan travel yang dipilih memiliki izin resmi dari Kementerian Haji dan Umrah," kata Ipuk, Kamis, 2 Juli 2026.

Ia menambahkan, masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan indikasi penipuan atau biro perjalanan yang mencurigakan agar tidak semakin banyak korban.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi mengatakan hasil pendataan menunjukkan terdapat 44 biro perjalanan umrah dan haji di Banyuwangi. Namun, hanya sembilan biro yang telah terdaftar secara resmi di Kementerian Haji dan Umrah.

"Calon jemaah harus mengecek terlebih dahulu apakah agen travel sudah terdaftar melalui website Kementerian Haji dan Umrah atau datang langsung ke kantornya. Jangan mudah percaya meskipun ditawarkan oleh orang yang dikenal," ujar Lanang.

Selain memeriksa legalitas biro perjalanan, Lanang mengingatkan masyarakat agar melakukan pembayaran hanya melalui rekening resmi perusahaan, bukan rekening pribadi agen. Bukti pembayaran juga perlu disimpan sebagai antisipasi apabila terjadi permasalahan di kemudian hari.

Kasus dugaan travel umrah fiktif yang kini ditangani Polresta Banyuwangi menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih cermat sebelum mempercayakan keberangkatan ibadah kepada biro perjalanan. Pemerintah daerah berharap langkah antisipasi tersebut dapat mencegah terulangnya kasus serupa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....