Cuaca Dingin Akibat Bediding, IDI Jember Ingatkan Kelompok Rentan

  • 02 Jul 2026 01:30 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Fenomena bediding yang menyebabkan suhu udara terasa lebih dingin dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember, dr. Ali Shodikin, kepada RRI, Rabu (1/7/2026). Kelompok yang paling rentan terdampak yaitu anak-anak dan lansia.

Ia mengatakan, suhu udara di bawah 19 derajat Celcius sudah tergolong dingin bagi wilayah Jember. Kondisi itu berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.

“Cuaca dingin biasanya memicu rinitis atau pilek. Jika lendir masuk ke saluran napas dapat merangsang batuk, bahkan bila dibiarkan bisa berkembang menjadi infeksi saluran napas bawah seperti pneumonia,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Menurut Ali, lansia juga lebih berisiko mengalami keluhan nyeri sendi saat suhu udara menurun, terutama mereka yang memiliki osteoartritis atau pengapuran sendi.

Dari pengamatannya sebagai dokter spesialis anak, jumlah pasien dengan keluhan pilek, batuk, maupun alergi dingin berupa biduran juga mengalami peningkatan dibandingkan saat kondisi cuaca normal.

“Kasus pilek dan batuk memang terasa lebih sering. Selain itu, alergi dingin seperti bentol-bentol pada kulit juga mulai lebih banyak kami temui,” katanya.

Meski demikian, Ali menjelaskan cuaca dingin tidak secara langsung memperburuk penyakit seperti hipertensi maupun gangguan jantung.

Namun, suhu dingin dapat mengganggu kualitas tidur, sehingga secara tidak langsung memengaruhi kondisi kesehatan seseorang.

“Masyarakat bisa menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan dan minuman hangat, seperti sup, teh, maupun minuman berbahan jahe,” katanya.

Sementara makanan yang terlalu pedas, katanya, sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan karena berisiko menimbulkan gangguan lambung dan pencernaan, terutama pada anak-anak.

Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami hipotermia atau penurunan suhu tubuh di bawah 36 derajat Celcius, yang tidak membaik setelah dihangatkan.

“Kondisi tersebut terutama perlu diwaspadai pada bayi baru lahir karena dapat memicu gangguan pernapasan maupun irama jantung,” katanya.

Selama fenomena bediding masih berlangsung, masyarakat yang memiliki riwayat alergi dingin atau asma juga diimbau menggunakan pakaian hangat, menghindari mandi terlalu malam.

“Selain itu juga menjaga tubuh tetap hangat agar kondisi kesehatan tetap terjaga,” tambahnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....