FDPNI Matangkan Usulan Universitas Terapan untuk Perkuat Pendidikan Vokasi
- 28 Jun 2026 07:27 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Forum Direktur Politeknik Negeri dan Akademi Komunitas Negeri se-Indonesia (FDPNI) mematangkan usulan perubahan nomenklatur politeknik menjadi Universitas Terapan, sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan vokasi di Indonesia.
Pembahasan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rapat kerja nasional FDPNI yang digelar di Politeknik Negeri Jember (Polije), pada Jumat (27/6/2026).
Selain itu, forum juga membahas transformasi kelembagaan, penguatan kerja sama internasional, serta peningkatan daya saing lulusan agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Ketua FDPNI, Ahyar Muhammad Diah, mengatakan perubahan nomenklatur masih terus dikaji untuk menghasilkan model kelembagaan yang mampu mendukung pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.
“Kami masih terus mematangkan konsep Universitas Terapan guna menemukan model kelembagaan terbaik yang mampu mengakomodasi pengembangan politeknik di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Ahyar, forum juga menyusun berbagai rekomendasi yang akan disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai masukan dalam penyusunan kebijakan pendidikan vokasi.
Selain membahas transformasi kelembagaan, FDPNI juga memfokuskan pembahasan pada penguatan kolaborasi internasional serta peningkatan peluang kerja lulusan di luar negeri.
Direktur Politeknik Negeri Jember, Saiful Anwar, mengatakan Polije dipercaya menjadi tuan rumah rapat kerja nasional yang diikuti para direktur politeknik negeri dan akademi komunitas negeri dari berbagai daerah.
Ia menjelaskan, salah satu hasil forum tersebut adalah kesepakatan untuk mengusulkan perubahan nomenklatur politeknik menjadi Universitas Terapan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Kami menyepakati usulan perubahan nomenklatur politeknik menjadi Universitas Terapan kepada kementerian sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi di Indonesia,” katanya.
Saiful berharap rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut dapat memperkuat posisi pendidikan vokasi sekaligus meningkatkan kualitas lulusan agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri.
"Melalui forum ini, kami ingin membangun kesamaan visi dalam memperkuat pendidikan vokasi sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten,adaptif terhadap perkembangan teknologi," katanya.
Selain mengikuti rapat kerja, para peserta juga meninjau sejumlah fasilitas unggulan Polije, seperti teaching factory, laboratorium, dan unit produksi yang menjadi bagian dari pembelajaran berbasis industri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....