Harga Telur Ayam Anjlok, Diduga karena MBG Tutup
- 25 Jun 2026 17:51 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Harga telur ayam di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, anjlok hingga menyentuh Rp19.000 per kilogram. Kondisi ini terjadi sejak empat hari yang lalu, bersamaan dengan terhentinya pendistribusian makan bergizi gratis (MBG).
Ketua Asosiasi Peternak Layer Situbondo (APLS), Hafif mengaku, pasokan telur melimpah, sementara daya beli masyarakat menurun seiring dengan terhentinya distribusi makan bergizi gratis bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
"Telur ayam melimpah, yang beli berkurang, akhirnya harganya anjlok. Semenjak MBG tutup, harga telur anjlok, bahkan ada yang menjual dengan harga Rp19.000," ungkap Hafif, Kamis, 25 Juni 2026.
Hafif mengaku, anjloknya harga telur memang tidak merugikan peternak, hanya saja peternak untung tipis, karena harga pakan sangat mahal, Rp390.000 per sak kemasan 50 kilogram.
"Harga pakan ayam sekarang lumayan mahal, sudah Rp390.000 per sak. Kalau harga telur Rp19.000 per kilogram, ya kita kerja gotong royong, gak dapat apa-apa," ungkap Hafif.
Hafif khawatir kondisi ini terjadi berlarut-larut karena MBG diperkirakan tutup selama libur sekolah yang dimulai pada tanggal 22 Juni sampai 13 Juli 2026 atau selama 21 hari.
"Ya kalau harga telur ayam terus anjlok, pasti banyak peternak telur yang rugi, dan terancam gulung tikar. Semoga saja kondisi ini segera membaik," ucapnya.
Pantauan RRI, harga telur ayam di beberapa pasar tradisional beragam, mulai dari Rp20.000 hingga Rp22.000 per kilogram. Bahkan, di pasar modern yang dikenal mahal, telur ayam dijual dengan harga Rp21.000 per kilogram.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....