Petani Lumajang Beralih Tanam Jagung Hadapi Wereng

  • 23 Jun 2026 19:13 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang - Serangan hama wereng yang semakin meluas di Kabupaten Lumajang mendorong petani mengubah pola tanam dengan menanam jagung. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memutus siklus hidup hama wereng yang selama ini menyerang tanaman padi.

Ketua Perkumpulan Petani Pangan Nasional (P3NA) Jawa Timur, Iskak Subagio, mengatakan pola pergiliran tanaman tersebut mulai diterapkan petani di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Yosowilangun dan Rowokangkung.

“Serangan hama wereng terus terjadi di wilayah pertanian yang ada di Lumajang. Namun setelah ditanami jagung, mata rantai hama wereng dapat diputus,” kata Iskak, Selasa, 23 Juni 2026.

Menurut Iskak, hasil analisis tim P3NA Jawa Timur menunjukkan serangan hama wereng telah terdeteksi hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Lumajang. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu produktivitas tanaman padi apabila tidak segera dikendalikan.

“Dari hasil analisis yang telah dilakukan bersama tim belakangan ini, hampir seluruh kecamatan di Lumajang telah terdeteksi mengalami serangan hama wereng,” ujarnya.

Meski demikian, Iskak menyebut Kecamatan Klakah dan Ranuyoso hingga kini masih relatif aman dan belum terdeteksi mengalami serangan yang signifikan dibanding wilayah lainnya.

P3NA Jawa Timur juga belum menerima laporan resmi terkait tanaman padi yang mengalami puso atau gagal panen akibat serangan wereng. Saat ini, pendataan tingkat kerusakan lahan pertanian masih terus dilakukan oleh tim di lapangan.

“Serangan sampai puso belum terlaporkan. Data riil masih terus didata lebih lanjut sampai saat ini,” tuturnya.

Iskak menjelaskan pergiliran tanaman dari padi ke jagung menjadi salah satu metode pengendalian yang dinilai efektif. Selain mengurangi populasi wereng, pola tanam tersebut juga dapat membantu memutus sumber makanan dan habitat hama sehingga penyebarannya dapat ditekan.

P3NA Jawa Timur mengimbau petani untuk terus memantau kondisi tanaman di lahan masing-masing serta berkoordinasi dengan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) apabila ditemukan peningkatan populasi wereng.

Langkah antisipatif tersebut diharapkan mampu menekan dampak serangan hama dan menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Lumajang selama musim tanam berlangsung.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....