BPBD Lumajang Perketat Aktivitas di Kawasan Semeru

  • 21 Jun 2026 01:48 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali memperketat pembatasan aktivitas di sekitar Gunung Api Semeru. Rekomendasi terbaru dirilis untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi, awan panas guguran, dan lahar.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan, seluruh aktivitas dilarang di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak. Di luar radius itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai Besuk Kobokan. Alasannya awan panas dan aliran lahar berpotensi meluas hingga 17 km dari kawah.

"PVMBG menetapkan area 5 km dari puncak sebagai zona berbahaya. Masyarakat diminta tidak memasuki wilayah ini karena rawan terkena lontaran batu pijar saat erupsi," Katanya Sabtu 20 Juni 2026

Ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar mengintai seluruh lembah sungai yang berhulu di puncak Semeru. Jalur prioritas waspada meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungainya.

PVMBG juga memberi dua batasan tegas bagi aktivitas tambang, jam operasional dibatasi hingga pukul 18.00 WIB operasi wajib berhenti total, jika seismograf mencatat lahar dingin dengan Amax 25 mm, atau terjadi erupsi disertai awan panas guguran skala besar.

" PVMBG mengingatkan, status dan rekomendasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika aktivitas vulkanik. Masyarakat diminta mengakses informasi hanya dari kanal resmi dan mengabaikan kabar yang belum terverifikasi," Tutupnya

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....