Penambang Pasir Tertimpa Pasir Panas Semeru
- 21 Jun 2026 01:47 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Lumajang- Seorang warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, mengalami luka bakar serius setelah tertimpa material pasir panas saat menambang secara manual di aliran lahar Gunung Semeru, Sabtu 20 Juni 2026 dini hari.
Very Irawan, 33, warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, mengalami luka bakar derajat 2 seluas 43 persen setelah tertimpa longsoran material pasir yang masih panas, Sabtu 20 Juni 2026 dini hari.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lumajang Isnugroho, peristiwa terjadi sekitar pukul 01.30 WIB saat korban bersama rekan-rekannya menambang pasir di area bawah Gladak Perak, Sumberwuluh. Tanpa diduga, tumpukan material sisa Awan Panas Guguran (APG) yang masih menyimpan suhu tinggi longsor dan langsung menimpa tubuh korban.
"Rekan korban bergegas mengevakuasi Very ke RSUD Pasirian. Ia tiba di IGD pukul 02.00 WIB dalam kondisi luka bakar serius. Karena keterbatasan fasilitas, pukul 05.40 WIB korban dirujuk ke RSU dr. Haryoto Lumajang dan tiba pukul 06.20 WIB untuk penanganan intensif," Katanya Sabtu 20 Juni 2026
BPBD Kabupaten Lumajang menyebut, material yang menimpa korban merupakan sisa letusan APG Gunung Semeru pada Jumat 19 Juni 2026 pukul 07.21 WIB. Saat itu erupsi meluncurkan awan panas sejauh 4.500 meter ke arah Curah Kobokan. Meski tidak mencapai permukiman, endapan material di jalur lahar masih sangat panas dan labil.
Status Gunung Semeru saat ini masih Level III (Siaga). PVMBG melarang aktivitas warga di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak, serta 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
BPBD mencatat, aktivitas penambangan pasir secara manual oleh warga sekitar aliran lahar Semeru masih marak dilakukan pada malam hingga dini hari. Jam tersebut dipilih untuk menghindari pengawasan dan cuaca yang lebih dingin, namun risikonya jauh lebih tinggi karena visibilitas rendah dan kondisi material yang tidak stabil.
Kalaksa BPBD Lumajang mengimbau warga menghentikan penambangan di zona rawan, terutama setelah terjadi erupsi. "Material APG bisa menyimpan panas hingga berhari-hari. Satu kali longsor, nyawa taruhannya," tegasnya dalam laporan resmi.
"Hingga Sabtu siang, korban masih menjalani perawatan intensif. Pihak keluarga berharap Very segera pulih," Tutupnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....