Petugas TNBTS Antisipasi Kebakaran Hutan

  • 21 Jun 2026 01:43 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID. Lumajang- Jelang musim kemarau 2026, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terus diperkuat.

Apel Siaga Kebakaran Hutan Tahun 2026 digelar Jumat, 19 Juni 2026, di Lapangan Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Apel ini menjadi momentum koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi karhutla yang meningkat saat kemarau.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi PTN Wilayah III Senduro Agus Kusuma Negara, S.Hut., M.Sc, Kepala Teknis TNBTS Sulistiyo Widodo, S.Hut., M.Sc, Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso, S.H., Sekretaris Kecamatan Senduro Bambang S., dan Kepala Bidang BPBD Lumajang Yudi Cahyono.

Peserta apel terdiri dari personel TNBTS, Masyarakat Peduli Api, serta mahasiswa kehutanan dari Bengkulu yang turut mendukung mitigasi bencana kebakaran hutan.

Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso menegaskan, apel siaga merupakan bentuk kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan menghadapi potensi kebakaran. Menurutnya, kawasan hutan di wilayah Senduro, khususnya di sekitar TNBTS, memiliki nilai ekologis penting sehingga wajib dijaga bersama.

"Apel siaga ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergitas antarinstansi serta seluruh elemen masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan. Pencegahan harus menjadi prioritas karena dampak kebakaran tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kehidupan masyarakat dan sektor pariwisata," ujar AKP Wahono Sabtu 20 Juni 2026

Ia menekankan peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam pencegahan karhutla. Keberadaan Masyarakat Peduli Api menjadi ujung tombak deteksi dini dan pelaporan potensi kebakaran di kawasan hutan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga kawasan hutan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah di dekat kawasan hutan, maupun membuka lahan dengan cara membakar," tegasnya.

AKP Wahono juga menyoroti pentingnya edukasi kepada warga sekitar kawasan hutan terkait risiko dan dampak karhutla. Menurutnya, keberhasilan penanganan tidak hanya bergantung pada aparat atau petugas kehutanan, tetapi membutuhkan peran aktif semua pihak.

"Kami berharap sinergi yang sudah terjalin baik antara Polri, TNBTS, pemerintah daerah, BPBD, relawan, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan. Dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, potensi kebakaran hutan dapat diminimalkan sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga," katanya.

Apel siaga berlangsung tertib dan lancar. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk komitmen bersama menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran selama musim kemarau 2026

Melalui kegiatan ini, kesiapan personel, sarana pendukung, serta koordinasi lintas sektor diharapkan semakin optimal agar langkah pencegahan dan penanganan karhutla dapat dilakukan cepat dan efektif bila terjadi kondisi darurat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....