POC Limbah Dapur Mampu Menaikkan Produksi Padi

  • 18 Jun 2026 14:45 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Pupuk Organik Cair (POC) limbah dapur terbukti mampu meningkatkan hasil panen padi yang sebelumnya 7,3 ton menjadi 9,1 ton dalam satu hektare.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengapresiasi komunitas peduli sampah Situbondo, yang terus melakukan inovasi hingga berhasil menaikkan produksi padi.

"Saya apresiasi komunitas peduli sampah. Mereka ini ahli di bidang pertanian, sehingga tahu cara mengolah sampah menjadi pupuk yang ekonomis dan berkualitas," ucap Bupati Rio saat Panen Padi Bersama di Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo, Kamis, 18 Juni 2026.

Inovasi olahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair ini perlu dikembangkan dan ditiru kecamatan lainnya, karena selain mampu meningkatkan hasil panen juga menekan biaya produksi.

"Kita tahu ya harga pupuk cukup mahal. Makanya saya minta kecamatan lain juga meniru ini ya, karena hasilnya terbukti," tegas Bupati Rio.

Bupati juga meminta kepada komunitas peduli sampah di Kecamatan Situbondo ini untuk segera melengkapi izinnya agar bisa lebih luas menjangkau pasar, sehingga memberikan manfaat kepada petani lainnya.

"Pesan saya, jangan berhenti sampai di sini, lengkapi izinnya, kerja bareng dengan komunitas lainnya, salah satunya komunitas kampus. Ini kan sudah terbukti, produksi padi naik dari 7,3 ton menjadi 9,1 ton dalam setiap hektare," bebernya.

Sementara itu, Purwanto, petani yang berinovasi mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk organik cair mengaku terus melakukan percobaan dan berhasil menaikkan hasil produksi tanamannya.

"Kami terus melakukan percobaan. Mulai dari hasil produksi padi 6 ton per hektare, hingga menjadi 9,1 ton per hektare. Kami akan terus berinovasi sampai produksi padi mencapai 12 ton per hektare," ungkapnya.

Panen Padi dengan tema "Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Untuk Pertanian Produktif Berkelanjutan" itu dihadiri Forkopimda dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait dan Camat Situbondo.

Ia mengaku berinisiatif mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk organik cair karena banyak sampah organik yang dibuang. Di sisi lain harga pupuk kimia cukup mahal, dan ketergantungan petani terhadap pupuk kimia masih tinggi.

"Dengan pupuk organik cair ini, sampah bisa teratasi, biaya produksi bisa ditekan karena nutrisi tanaman yang murah dan tanaman tumbuh dengan lebih baik dan lebih sehat," bebernya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....