Perawatan Stasiun Seismik Raung Libatkan Mahasiswi Unud
- 18 Jun 2026 10:50 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso - Badan Geologi melakukan perawatan peralatan Stasiun Seismik dan GPS Mlaten (MLTN) Gunung Api Raung di Desa Jampit, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Perawatan dilakukan untuk memastikan pengiriman sinyal pemantauan aktivitas Gunung Raung dari stasiun yang berada di ketinggian 1.173 meter di atas permukaan laut (mdpl) tetap berjalan optimal.
Dalam kegiatan tersebut, Badan Geologi juga melibatkan mahasiswi Jurusan Fisika konsentrasi Ilmu Bumi Universitas Udayana (Unud) Denpasar sebagai bagian dari proses pembelajaran lapangan terkait pemantauan gunung api.
Ketua Pos Pengamatan Gunung Raung, Agung Tri Subekti, mengatakan Stasiun Mlaten merupakan satu dari lima stasiun pemantauan yang menyuplai data penting ke Pos Pengamatan Gunung Raung. Karena itu, pemeliharaan rutin harus dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat bekerja dengan baik.
“Kita cek semuanya, mulai dari voltase baterai, voltase panel surya, hingga output ke sensor-sensor,” ujar Agung.
Menurutnya, alat seismik yang terpasang di stasiun tersebut berfungsi merekam aktivitas kegempaan Gunung Raung. Data yang terekam akan menjadi bahan analisis apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
Ia menjelaskan, setiap getaran yang muncul akibat aktivitas gunung api akan direkam oleh sensor seismik dan disimpan dalam sistem pemantauan untuk dianalisis lebih lanjut oleh petugas dan ahli vulkanologi.
Selain seismik, stasiun tersebut juga dilengkapi perangkat Global Positioning System (GPS) yang berfungsi memantau deformasi tubuh gunung. Perubahan bentuk berupa penggembungan maupun pengempisan dapat menjadi indikator pergerakan magma di bawah permukaan.
“GPS berfungsi mendeteksi penggembungan atau pengempisan tubuh Gunung Raung akibat dorongan magma yang bergerak ke permukaan,” katanya.
Agung mengungkapkan, pengiriman data dari Stasiun Mlaten menuju Pos Pengamatan Gunung Raung tidak dapat dilakukan secara langsung karena terhalang bentang alam pegunungan.
Sinyal dari stasiun tersebut harus dikirim terlebih dahulu ke Puncak Ijen, kemudian diteruskan ke Pos Ijen, selanjutnya ke Rogojampi, sebelum akhirnya diterima di Pos Pengamatan Gunung Raung yang berada di Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.
“Sinyal tidak bisa langsung dikirim ke pos (Raung) karena jalurnya tertutup gunung,” ungkapnya.
Sementara itu, hingga saat ini aktivitas Gunung Raung masih berada pada Status Level II atau Waspada. Masyarakat maupun wisatawan diminta tetap mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak mendekati pusat erupsi di kawah puncak dalam radius tiga kilometer. Pengunjung juga dilarang menuruni kaldera maupun bermalam di kawasan kawah karena berpotensi membahayakan keselamatan.
“Jangan menuruni kaldera serta bermalam di kawasan kawah,” tegas Agung.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya terkait aktivitas Gunung Raung. Untuk memperoleh informasi resmi, warga dapat mengakses situs web maupun aplikasi Magma Indonesia yang dikelola Badan Geologi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....