Ipuk: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Banyuwangi
- 17 Jun 2026 21:57 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah untuk satu dekade mendatang. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan data yang akurat dan sesuai kondisi sebenarnya.
Hal tersebut disampaikan Ipuk saat Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dalam Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 yang dirangkaikan dengan Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan petugas sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuwangi. Upacara juga diikuti secara daring oleh kepala desa, kepala sekolah, guru, dan Satkorwilkerdik se-Banyuwangi.
Menurut Ipuk, sensus ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali memiliki peran strategis dalam memotret kondisi perekonomian daerah. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Bagi Banyuwangi, sensus ini memiliki arti yang sangat penting. Melalui sensus ini kita akan mengetahui secara lebih akurat bagaimana perkembangan usaha masyarakat, sektor ekonomi yang tumbuh paling cepat, potensi ekonomi baru yang muncul, tantangan yang dihadapi pelaku usaha, serta peluang-peluang yang dapat kita optimalkan untuk masyarakat,” kata Ipuk, Rabu 17 Juni 2026.
Menurutnya, data yang akurat dan komprehensif akan membantu pemerintah menyusun program yang lebih tepat sasaran. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, kebijakan yang berbasis data juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Ipuk menegaskan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya menjadi tanggung jawab BPS. Seluruh pemangku kepentingan perlu terlibat agar data yang dihimpun benar-benar menggambarkan kondisi riil di lapangan.
“Karena itulah keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya kepentingan BPS, tetapi merupakan kepentingan kita semua,” ujar Ipuk.
Ipuk juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah, kecamatan, desa, kelurahan hingga RT dan RW untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus. Dukungan tersebut meliputi koordinasi, fasilitasi kegiatan lapangan, hingga memastikan pelaksanaan sensus berjalan aman dan lancar.
Selain itu, Ipuk meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) Banyuwangi menjadi duta kesadaran data di lingkungan masing-masing. ASN diharapkan memberikan contoh kepada masyarakat dengan menyampaikan informasi yang benar saat didata petugas sensus.
“Jika menerima kunjungan petugas sensus, berikan informasi yang benar, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya,” tutur Ipuk.
Dalam kesempatan yang sama, Ipuk juga mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan publik. Momentum Hari Kesadaran Nasional, menurutnya, harus menjadi pengingat bagi ASN untuk memperkuat budaya kerja yang produktif dan kolaboratif.
Upacara tersebut turut dihadiri Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rofiq Ripto Himawan dan Kepala BPS Banyuwangi Abdus Salam. Kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan bantuan alat usaha bagi pelaku UMKM serta bantuan dari Baznas Banyuwangi berupa kursi roda, biaya pengobatan, modal usaha, dan beasiswa pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....