Safira dan Vea Siap Wakili FEB Unej ke Malaysia, Bawa Misi Akademik dan Budaya Jember
- 16 Jun 2026 19:23 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Kesempatan belajar di luar negeri menjadi impian banyak mahasiswa. Namun, keberanian untuk meninggalkan zona nyaman dan beradaptasi dengan lingkungan baru menjadi tantangan tersendiri. Hal tersebut kini tengah dijalani oleh dua mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember, Shafira dan Felicya, yang akan mengikuti program student exchange ke Malaysia pada Oktober 2026 mendatang.
Kedua mahasiswa yang juga tergabung dalam AIESEC Universitas Jember tersebut berbagi pengalaman dan persiapan mereka saat menjadi narasumber dalam program Jaga Malam Pro 2 RRI Jember, Senin (15/6/2026). Mengusung tema “Siap Mendunia, Berani Melangkah”, keduanya menceritakan perjalanan mulai dari proses seleksi hingga kesiapan mental menjelang keberangkatan.
Bagi Shafira, mahasiswi Program Studi Manajemen angkatan 2024, mengikuti program pertukaran mahasiswa menjadi pengalaman besar yang sempat memunculkan berbagai keraguan. Ia mengaku terbiasa tinggal bersama keluarga di Jember sehingga sempat mempertanyakan kemampuannya untuk hidup mandiri di negara lain.
Berbeda dengan Shafira, Felicya yang berasal dari Program Studi Akuntansi justru melihat program ini sebagai peluang emas untuk memperoleh pengalaman baru di luar daerah asalnya. Selama menempuh pendidikan, ia belum pernah tinggal di luar Jember sehingga kesempatan belajar di Malaysia menjadi tantangan yang ingin ia taklukkan.
Selain mempersiapkan diri secara akademik, keduanya juga harus menghadapi berbagai tahapan administrasi yang cukup detail. Mulai dari pengurusan paspor, visa, hingga dokumen pendukung lainnya dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa sesuai arahan kampus.
Menurut Felicya, proses tersebut menjadi bagian penting dalam melatih kemandirian mahasiswa sebelum menjalani kehidupan di luar negeri.
“Kami benar-benar diajarkan untuk tidak manja sejak awal. Dokumen harus diurus sendiri dan semua ada tenggat waktunya. Kalau ada kesalahan kecil, konsekuensinya harus mengulang dari awal lagi,” ujarnya.
Beragam kekayaan budaya lokal telah mereka siapkan untuk dikenalkan, mulai dari Tari Labako hingga kuliner khas Nusantara. Shafira bahkan berencana memperkenalkan makanan Indonesia melalui kegiatan sederhana bersama teman-teman barunya di Malaysia.
“Saya berencana memasak rendang untuk teman-teman di Malaysia nanti. Jadi bukan hanya kita yang mempelajari kultur mereka, tetapi kita juga mengenalkan identitas kuliner dan budaya Indonesia kepada mereka,” tuturnya.
Keduanya berharap pengalaman pertukaran mahasiswa ini dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus memperluas wawasan global tanpa melupakan identitas daerah asal.
Di akhir sesi siaran, Shafira dan Felicya juga memberikan motivasi kepada generasi muda Jember agar tidak ragu mengambil peluang internasional yang tersedia.
“Jangan minder duluan kalau melihat ada kesempatan besar. Ambil langkah pertama, karena kamu tidak akan pernah tahu batasan kemampuanmu sampai kamu benar-benar mencobanya. Believe in yourself and just take the step to do it,” tegas Shafira.
Senada dengan itu, Felicya menilai keberanian menjadi faktor utama dalam meraih impian.
“Fake it until you make it. Semua orang punya kesempatan yang sama untuk exchange, yang membedakan hanyalah siapa yang berani untuk memulainya,” pungkasnya.
Melalui kisah Shafira dan Felicya, mahasiswa Jember diharapkan semakin percaya diri untuk memanfaatkan berbagai peluang internasional sebagai sarana mengembangkan kompetensi sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....