Polres Gelar Kompetisi Akademik dan English Story

  • 15 Jun 2026 03:45 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Situbondo menggelar Kompetisi Akademik dan English Story Telling berbagai jenjang di SMA Negeri 2 Situbondo.

Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie mengatakan, berbagai kompetisi akademik dan Bahasa Inggris yang digelar ini adalah bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan.

"Polri memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi, meraih prestasi, dan melatih keberanian tampil di depan umum," ujar Kapolres Bayu, Minggu, 14 Juni 2026.

Ada sebanyak 633 peserta yang mengikuti berbagai cabang lomba, terbagi di antaranya, Olimpiade Matematika diikuti 240 peserta, Olimpiade Sains/IPA sebanyak 175 peserta, Olimpiade Bahasa Inggris 159 peserta, English Story Telling dan English Speech diikuti 59 peserta.

Kompetisi tersebut diikuti oleh siswa dari berbagai jenjang mulai TK, SD, dan SMP. Salah satu dewan juri English Story Telling yang diundang, yakni Mr. Demian, seorang native English asal Bristol, United Kingdom.

Kehadiran juri internasional tersebut memberikan pengalaman berharga bagi para peserta sekaligus menjadi motivasi bagi pelajar untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan berani berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

"Sengaja kami undang juri asal Inggris, untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda, dan agar menjadi motivasi bagi para pelajar untuk terus belajar mengembangkan kemampuan bahasa Inggris,” ucapnya.

Panitia menyediakan puluhan penghargaan bagi para juara, dengan rincian, sebanyak 48 juara Olimpiade Matematika, 48 juara Olimpiade Bahasa Inggris, 48 juara Olimpiade IPA, 24 juara Story Telling, dan 24 juara English Speech.

"Penghargaan juara itu diperuntukkan bagi juara dari berbagai jenjang pendidikan mulai TK, SD, dan SMP," tegasnya.

AKBP Bayu juga mengingatkan para pelajar agar terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks di era digital.

“Bantu kami menjaga situasi kamtibmas dengan cara yang paling intelektual, yaitu menjadi generasi yang cerdas, bijak bermedia sosial, tidak mudah terpengaruh hoaks, serta menjauhi kenakalan remaja dan segala bentuk pelanggaran hukum,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....