Jejak HLHS 2026: Anak Muda Harus Peduli Sampah

  • 13 Jun 2026 21:33 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember: Ribuan relawan tumpah ruah memadati area barat Lapangan Jelbuk untuk melakukan aksi bersih-bersih dan pemilahan sampah secara serentak. Tidak hanya berhenti pada kegiatan membersihkan lingkungan, para peserta juga mengambil bagian dalam aksi konservasi nyata berupa penanaman pohon penghijauan dan penebaran benih ikan di sungai sebelah timur lapangan. Pemandangan yang paling mencolok datang dari kehadiran anak-anak sekolah yang tampak begitu antusias, bergerak lincah memungut sampah sembari belajar memilahnya sesuai jenisnya, sebuah pemandangan yang menggambarkan tumbuhnya kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Kegiatan ini menjadi titik temu seluruh elemen masyarakat, mulai dari relawan perorangan, pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, lembaga pendidikan, jajaran Muspika, pemerintah desa, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, hingga warga di sekitar Lapangan Jelbuk. Sekretaris WCDI Jember, Harry Bagoes Prasetyo, kepada RRI menyatakan pihaknya menyatukan seluruh elemen di Jember untuk membangun kesadaran pengelolaan sampah dari sumbernya.

"Perlu dicatat bahwa antusiasme anak-anak pelajar menjadi salah satu energi terbesar dalam kegiatan ini, di mana mereka tidak sekadar diajak turun ke lapangan, tetapi juga diajarkan untuk memahami bahwa sampah yang diperlakukan dengan bijaksana dapat memberi manfaat, bukan menjadi beban bagi lingkungan. Kolaborasi masif ini merupakan komitmen edukatif kami, WCDI Jember yang berkelanjutan, terutama dalam menanamkan nilai cinta lingkungan kepada generasi muda." ujarnya, 10 Juni 2026.

Demi menjaga esensi gerakan ramah lingkungan, panitia menerapkan aturan ketat Zero Waste selama acara berlangsung. Seluruh peserta, termasuk anak-anak sekolah, diwajibkan membawa perbekalan makan dan minum sendiri menggunakan wadah isi ulang guna menekan timbulan sampah baru. Aturan sederhana ini sekaligus menjadi pembelajaran langsung bagi para pelajar tentang bagaimana kebiasaan kecil dapat berdampak besar dalam mengurangi produksi sampah sehari-hari.

Berdasarkan pencatatan akhir panitia, aksi clean up kolosal ini berhasil mengumpulkan total 1,3 ton sampah, dengan komposisi 60 persen sampah organik, 30 persen sampah anorganik, dan 10 persen sampah residu. Melalui data tersebut, WCDI Jember berharap masyarakat, khususnya generasi muda yang telah merasakan langsung pengalaman memilah sampah hari ini, semakin sadar akan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah guna mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus menjaga bumi dari dampak perubahan iklim yang tidak menentu akibat pemanasan global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....