Hujan Masih Guyur Lumajang di Tengah Musim Kemarau

  • 13 Jun 2026 20:11 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang meski Jawa Timur telah memasuki musim kemarau. Fenomena tersebut terjadi pada Jumat sore, 12 Juni 2026, dan menyebabkan sebagian wilayah Lumajang diguyur hujan selama beberapa jam.

Berdasarkan pantauan, cuaca di Lumajang pada Jumat sore tercatat hujan dengan suhu udara sekitar 27 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 93 persen. Kondisi tersebut cukup mengejutkan sebagian warga karena musim kemarau 2026 telah dimulai.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, membenarkan hujan terjadi di hampir seluruh wilayah Kabupaten Lumajang.

“Iya benar sekali telah terjadi hujan di Lumajang dan diharapkan semua kondusif,” ujar Isnugroho, Sabtu, 13 Juni 2026.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan berlangsung lebih kering dibanding kondisi normal. Namun demikian, hujan lokal masih berpotensi terjadi, terutama di wilayah pegunungan seperti Lumajang.

Fenomena hujan di tengah musim kemarau bukan hal yang asing di daerah pegunungan. Kondisi geografis Lumajang yang berada di kawasan lereng pegunungan memungkinkan terbentuknya hujan lokal ketika udara lembap bergerak naik mengikuti kontur lereng dan membentuk awan hujan.

Selain faktor topografi, kondisi atmosfer yang labil juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif. Awan tersebut biasanya menghasilkan hujan dengan durasi singkat namun berintensitas cukup tinggi, bahkan terkadang disertai petir dan angin kencang.

Hujan konvektif memiliki karakter tidak merata. Dalam satu waktu, satu wilayah dapat diguyur hujan deras sementara wilayah lain yang berdekatan tetap dalam kondisi cerah. Fenomena ini umum terjadi pada masa peralihan musim maupun saat kemarau belum berlangsung secara penuh.

Perbedaan suhu antara daratan dan lautan juga menjadi salah satu faktor pemicu terbentuknya hujan lokal. Saat siang hari, daratan memanas lebih cepat dibandingkan laut sehingga memicu pergerakan massa udara yang membawa uap air ke daratan dan membentuk awan hujan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan dampak signifikan akibat hujan yang terjadi di Lumajang. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap potensi hujan lokal yang dapat disertai angin kencang, terutama di wilayah lereng pegunungan dan dataran tinggi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....