Program Mabid, Tanamkan Jiwa Religius Lestarikan Tradisi Pesantren

  • 12 Jun 2026 21:20 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Sekolah Dasar Islam Muhammadiyah 1 Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, punya inovasi Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) yang diperuntukkan bagi siswa kelas VI.

Kepala SD Islam Muhammadiyah 1 Panji, Rahmatul Irfan Fanany mengatakan, program Mabit bertujuan untuk menanamkan jiwa religius berwawasan kebangsaan dengan tradisi pondok pesantren maupun pendidikan formal.

"Dalam kegiatan Mabit ini, siswa menginap di Masjid yang representatif, dan melaksanakan kegiatan sama seperti di pesantren pada umumnya. Kami ingin setelah lulus nanti mereka siap melanjutkan ke pesantren maupun pendidikan formal," ucap Irfan Fanany, Jumat, 12 Juni 2026.

Mabit atau malam bina iman dan taqwa merupakan budaya lokal yang bertujuan untuk menjaga dan melestarikan tradisi pesantren yang merupakan pelopor dalam menanamkan pilar karakter kepada setiap alumni atau lulusannya.

"Program ini diharapkan bisa mencetak pribadi yang sholih dan sholihah, berakhlakul karimah, cinta pada agama dan bangsa, seperti yang pesantren lakukan," ucapnya.

Kata Irfan Fanany, melestarikan dan menanamkan tradisi pesantren kepada anak sejak dini merupakan implementasi Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pendidikan Pesantren.

"Peraturan tersebut menjadi landasan terhadap peran pesantren dalam membentuk, tradisi, nilai, norma, dan aktivitas pendidikan, selaras dengan isu strategis nasional yaitu revolusi mental dan pemberdayaan lebudayaan," bebernya.

Irfan Fanany berharap, melalui program Mabit anak didiknya terhindar dari faham radikalisme, kurangnya kemauan mempelajari ilmu agama dan pergaulan modern kaum milenial.

"Inovasi ini sekaligus untuk membentengi generasi muda dari pengaruh budaya negatif dan pergaulan yang salah," tegasnya.

Informasi diperoleh, dalam kegiatan Mabit, siswa diwajibkan menginap di masjid yang representatif didampingi para.guru. Kegiatan Mabit diawali dengan shalat ashar berjamaah, dilanjutkan dengan muroja'ah Alqur’an dan hadits pilihan.

Menjelang sholat maghrib berjamaah, siswa mengikuti kajian keagamaan yang diisi oleh guru agama. Setelah shalat Isya', dilanjutkan dengan materi Fiqh lalu istirahat. Dan pada pukul 02:00 Wib, siswa akan melaksanakan shalat Tahajjud.

"Jadi, program Mabit ini sama dengan kegiatan di pesantren. Sembari menunggu subuh, siswa tilawah Alqur’an sekaligus tahsin dengan bimbingan guru," imbuhnya.

Usai shalat subuh, siswa berolahraga dilanjutkan dengan menikmati makanan ringan sampai pukul 06:00 Wib. Setelah kegiatan tersebut, siswa sudah bisa dijemput oleh orang tua masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....