Kebakaran Dua Rumah di Jambesari, Kerugian Rp100 Juta
- 09 Jun 2026 07:47 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Kebakaran hebat menghanguskan dua rumah milik kakak beradik di Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darus Sholah (DS), Kabupaten Bondowoso, pada Senin (8/6/2026) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.
Dua rumah yang terbakar merupakan milik Munir dan Halik. Bangunan rumah dilaporkan rata dengan tanah setelah dilalap api selama lebih dari satu jam.
Kabid Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy, mengatakan kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.07 WIB. Namun berdasarkan keterangan warga, api sudah berkobar beberapa menit sebelum laporan resmi diterima petugas.
Untuk memadamkan api, Damkar Bondowoso mengerahkan tiga unit water supply dan satu armada Kasento. Proses pemadaman menghabiskan lebih dari 20 ribu liter air.
"Kami mengerahkan 3 unit water supply dan satu armada Kasento. Jadi, lebih dari 20 ribu liter air yang dihabiskan untuk memadamkan api," ujar Tedy.
Ia menjelaskan, proses pemadaman cukup sulit karena lokasi rumah berada di kawasan padat permukiman dan jauh dari jalan raya. Petugas harus membentangkan selang sepanjang sekitar 70 meter agar dapat menjangkau titik kebakaran.
| Baca juga: Atap Rumah Warga Rusak akibat Angin Kencang |
Menurut Tedy, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan sejumlah saksi yang melihat kobaran api pertama kali muncul dari arah dapur saat salah satu pemilik rumah sedang tidak berada di rumah.
Sementara itu, Munir menceritakan detik-detik kebakaran yang menghanguskan rumahnya. Saat kejadian, ia baru selesai menunaikan salat, sedangkan ibu dan istrinya berada di ruangan berbeda.
Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah dapur rumah saudaranya yang sedang kosong. Ketika diperiksa, api ternyata sudah membesar dan mulai menjalar.
Munir kemudian berteriak meminta bantuan warga sambil menyelamatkan ibunya yang berusia sekitar 100 tahun. Ia menggendong sang ibu keluar rumah seorang diri sebelum kembali masuk ke dalam rumah yang mulai dipenuhi asap untuk menyelamatkan istrinya yang sedang sakit.
"Saat itu yang pertama kali terlihat hanya ibu. Langsung saya gendong sendirian keluar," ungkap Munir dengan nada bergetar.
Dalam kejadian tersebut, Munir mengaku tidak sempat menyelamatkan harta bendanya. Satu unit sepeda motor, televisi, perabotan rumah tangga, hingga uang tunai sekitar Rp6,5 juta ludes terbakar.
Uang tunai tersebut merupakan hasil penjualan sapi pedet betina yang rencananya akan digunakan untuk membeli laptop bagi anaknya yang sedang kuliah sekaligus menimba ilmu di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Cermee.
"Ada juga uang saya dan istri hasil kerja buruh kuli yang dikumpulkan, saya tidak tahu persis berapa jumlahnya, semua ikut terbakar,"pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....