PMI Situbondo Punya Tiga Fokus Kerja

  • 08 Jun 2026 12:28 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, berkomitmen untuk melakukan tiga fokus utama dalam bekerja selama lima tahun ke depan.

Ketua PMI Kabupaten Situbondo, Husna Laili SE, CFP mengatakan tiga fokus utama program PMI lima tahun ke depan di antaranya modernisasi unit darah guna meningkatkan kualitas darah.

Selain itu, meningkatkan kapasitas dan peningkatan kader PMI melalui sekolah-sekolah mulai tingkat kabupaten hingga desa dan terjun langsung dalam setiap peristiwa bencana.

Hal itu disampaikan Husna Laili, saat memberikan sambutan usai dilantik bersama dengan pengurus lainnya periode 2026 - 2031 oleh Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo, di Pendopo Situbondo, Senin, 8 Juni 2026.

"Kami ingin memodernisasi unit darah untuk memastikan kualitas darah yang sesuai standar, meningkatkan kapasitas SDM PMI dan hadir dalam setiap penanganan kebencanaan," bebernya.

Kolaborasi pentahelix bersama pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, dunia usaha dan media, sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program-program PMI yang terfokus dalam tiga hal utama.

"Mari kita bergerak bersama, kolaborasi pentahelix dalam mencapai tujuan PMI harus kita terapkan," ucapnya.

Sementara itu, Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo mengatakan bahwa PMI hadir untuk melaksanakan tugas kemanusiaan. Itulah mengapa pengurus PMI mulai pusat sampai daerah adalah relawan.

"PMI ini tidak ada apa-apanya ya. Ini soal kemanusiaan. Itulah mengapa pengurus PMI mulai dari pusat sampai daerah adalah relawan," tegasnya.

Katanya, ada dua tugas pokok PMI untuk membantu kemanusiaan yakni bencana alam dan memberikan atau mengurus donor darah kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Tapi yang paling pokok adalah PMI itu diurus oleh dua badan besar. Yang satu diurus oleh PMI sendiri dan oleh pemerintah. Oleh karena itu, PMI itu harus membantu pemerintah," bebernya.

Mantan Gubernur Jatim dua periode itu mengapresiasi program utama PMI Situbondo yang salah satunya meningkatkan kualitas darah.

"Donor darah harus berkualitas. Donor darah yang berkualitas harus berstandar BPOM yang merujuk pada Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), supaya standarnya internasional," jelasnya.

"Di Jawa Timur, baru ada empat kabupaten yang punya darah berkualitas standar BPOM yakni Surabaya, Sidoarjo, Lumajang, dan Malang," imbuh Imam Utomo.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....