Olahan Udang Jadi Peluang Baru Warga Pesisir Banyuwangi
- 07 Jun 2026 20:59 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi- Pelaku usaha tambak dan masyarakat pesisir Banyuwangi mulai didorong tidak lagi hanya menjual hasil panen udang dalam bentuk mentah. Melalui pelatihan pengolahan udang yang digelar Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga Banyuwangi dan Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Banyuwangi, warga dikenalkan cara mengubah hasil tambak menjadi produk bernilai jual lebih tinggi.
Pelatihan berlangsung di Resto Shabu and Grill East Village Banyuwangi, Minggu, 7 Juni 2026. Peserta terdiri atas anggota Koperasi MIBAMA, pelaku usaha tambak, anggota binaan Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU), dan masyarakat pesisir Banyuwangi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mempraktikkan langsung pembuatan empat produk olahan berbahan dasar udang segar. Tidak hanya belajar memasak, mereka juga mendapat materi mengenai pengemasan produk hingga peluang pemasaran agar hasil olahan memiliki daya saing.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FIKKIA Universitas Airlangga Banyuwangi, Arif Habib Fasya, mengatakan selama ini hasil tambak di Banyuwangi sebagian besar masih dijual dalam kondisi segar dengan nilai keuntungan terbatas.
“Ketika hasil tambak diolah menjadi produk siap jual dengan daya simpan lebih panjang, nilai ekonominya bisa meningkat dan pasarnya juga lebih luas,” ujar Fasya, Minggu 7 Juni 2026.
Menurutnya, potensi perikanan Banyuwangi cukup besar untuk dikembangkan menjadi usaha berbasis produk olahan. Karena itu, masyarakat perlu dibekali keterampilan agar tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah.
Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Mereka aktif mengikuti demonstrasi pengolahan dan berdiskusi mengenai peluang usaha yang bisa dikembangkan dari komoditas udang.
Sekretaris Pimpinan Cabang Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Banyuwangi, Mohamad Soleh Kurniawan, menilai penguatan keterampilan masyarakat menjadi hal penting di tengah persaingan sektor perikanan saat ini.
“Peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir tidak cukup hanya mengandalkan hasil panen. Yang penting juga bagaimana hasil tambak itu bisa memberi nilai tambah lebih besar,” kata Soleh.
Ia berharap pelatihan semacam itu tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan usaha dan perluasan akses pasar bagi masyarakat pesisir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....