Sebanyak 64 Hektar Lahan di Lumajang untuk Pembangunan Batlyon Infanteri

  • 03 Jun 2026 18:19 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang- Komandan Kodim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi memaparkan kesiapan pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Yonif TP di hadapan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin. Paparan disampaikan saat kunjungan kerja Pangdam di Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu 3/6/2026.

Dalam laporannya, Dandim menyampaikan kesiapan lahan, sarana, dan prasarana pendukung pembentukan satuan baru tersebut. Luas lahan yang disiapkan mencapai 64,72 hektare. Kondisi kontur berbukit khas lereng Gunung Semeru, namun sebagian besar area dinilai datar dan layak untuk pengembangan kawasan pendukung.

“Melalui paparan ini kami berharap Bapak Pangdam memperoleh gambaran menyeluruh tentang tingkat kesiapan lahan yang telah kami siapkan untuk mendukung pembentukan Yonif TP di Kabupaten Lumajang,” ujar Anton Rabu 03 Juni 2026

Ia menegaskan pembangunan Yonif TP memiliki nilai strategis ganda. Dari sisi pertahanan, keberadaan batalyon akan memperkuat sektor barat dan selatan Lumajang untuk mendukung tugas pokok Kodam V/Brawijaya menjaga kedaulatan NKRI. Dari sisi pembangunan, posisi geografis dan potensi sumber daya Lumajang dinilai mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat serta penyiapan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

Dandim juga melaporkan akses fasilitas umum di sekitar lokasi memadai dan mudah dijangkau. Lokasi dekat dengan kantor desa, sarana ibadah, Pasar Induk Senduro, hingga Puskesmas Senduro. “Seluruh fasilitas dapat dijangkau dengan baik sehingga mendukung operasional satuan dan aktivitas masyarakat sekitar,” jelasnya.

Untuk tahap awal, pembangunan meliputi empat barak prajurit, lima rumah dinas tipe 45, dapur, gudang MKK, dan aula serbaguna. Pihak pengembang atau konsultan juga telah mengajukan perubahan site plan yang akan terus dilaporkan ke komando atas.

Pada kesempatan itu Dandim memperkenalkan identitas satuan. Tunggul Yon TP menggunakan simbol padi dan kapas sebagai lambang kesejahteraan dan kemakmuran. Nama satuan “Narariya Kirana” dimaknai sebagai kemuliaan yang memancarkan cahaya kepemimpinan yang bijaksana dan menjadi penerang bagi rakyat.

Paparan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan pembangunan Yonif TP Tahap IV di Lumajang. Satuan tersebut diharapkan memperkuat pertahanan wilayah sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi di kawasan lereng Semeru.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....