Nara Food Garden : Dari Pekarangan ke Peradaban
- 31 Mei 2026 23:06 WIB
- Jember
RRI,CO.ID, Jember: Di tengah krisis iklim, menurunnya keanekaragaman hayati, berkurangnya kesuburan tanah, serta meningkatnya berbagai persoalan kesehatan akibat sistem pangan modern, dunia sedang mencari cara baru untuk membangun masa depan yang lebih berkelanjutan. Namun, solusi masa depan tidak selalu lahir dari teknologi yang rumit atau proyek-proyek berskala besar. Sering kali, ia tumbuh dari ruang yang paling dekat dengan kehidupan manusia: pekarangan, kebun, dan hubungan sehari-hari dengan alam.
Melansir dari yanabi.geocultural.org , ada salah satu tempat unik di Jember yakni Nara Food Garden. Pemilik dan pengelolanya, Hadi Poernomo dan isterinya, Yuyun menyampaikan bahwa Nara Food Garden hadir sebagai sebuah gagasan sekaligus praktik nyata yang menghubungkan pangan, lingkungan, kesehatan, dan kebudayaan dalam satu ekosistem kehidupan.
"Melalui konsep meja makan masa depan, Nara Food Garden mengajak untuk melihat bahwa makanan bukan hanya hasil produksi, melainkan hasil dari relasi yang sehat antara manusia dan lingkungannya." ujarnya, 31 Mei 2026.

Nara Food Garden menawarkan pendekatan yang berbeda. Alih-alih berfokus pada proyek strategis pangan berskala besar, pendekatan ini bertumpu pada kekuatan ruang-ruang mikro yang tersebar di tengah masyarakat. Pekarangan, kebun keluarga, kebun komunitas, dan lanskap budaya dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.
"Pendekatan ini berangkat dari keyakinan bahwa ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui jumlah produksi, tetapi melalui kemampuan masyarakat untuk menanam, merawat, mengelola, dan memahami sumber pangan mereka sendiri. Ketika masyarakat memiliki hubungan yang dekat dengan tanah, air, tanaman, dan pengetahuan lokal, mereka sedang membangun sistem pangan yang lebih tangguh terhadap berbagai krisis." kata Hadi.

Nara Food Garden dikembangkan sebagai ruang hidup yang mempertemukan manusia dengan alam melalui praktik-praktik sederhana namun berdampak. Beragam tanaman pangan, rempah-rempah, buah lokal, tanaman obat, dan tumbuhan pendukung ekosistem tumbuh bersama membentuk lanskap yang produktif sekaligus lestari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....