Ponpes Nurul Jadid Terapkan Pengasuhan Ramah Santri

  • 31 Mei 2026 07:27 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Probolinggo - Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menerapkan Pengasuhan Ramah Santri, sebagai upaya meminimalisir potensi kekerasan terhadap santri.

Guna memperteguh komitmen sebagai lembaga pendidikan ramah santri, Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar agenda strategis bertajuk "Qudwah Leadership Camp & Training of Trainers (TOT) Capacity Building Pengurus Ramah Santri".

Menurut Kepala LKP Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Mahfudz Faqih kegiatan tersebut merupakan respon nyata terhadap dinamika isu pesantren di tingkat nasional yang kerap viral di media sosial sehingga pesantren harus membekali para pengurus dengan kompetensi regulasi emosi (social emotional learning) dan pemahaman empatik (emphatic understanding).

"Pengurus adalah ujung tombak pelayanan pesantren, maka pelayanan harus diperbaiki berdasarkan penerimaan (acceptance) dan totalitas integritas (keteladanan)," ucap KH Mahfudz Faqih, Minggu, 31 Mei 2026.

Pengurus yang mengikuti Training of Trainers pada Kamis, 28 Mei 2026 itu diproyeksikan menjadi trainer yang akan mendiseminasikan ilmu dan praktik disiplin positif kepada pengurus lainnya.

"Momentum ini juga menjadi ajang kaderisasi dan pembinaan agar para pengurus "selesai dengan dirinya sendiri" (finished business) sehingga lebih sadar dan matang dalam mengontrol emosi," imbuhnya.

Kegiatan berpusat di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pelatihan dihadiri oleh jajaran penting lini pengasuhan dan pengawasan pesantren, mulai dari pengurus Lembaga Konseling Pesantren (LKP), Koordinator Bimbingan Konseling (BK) dari berbagai satuan pendidikan, pengurus wilayah dan daerah, hingga jajaran bagian Keamanan dan Ketertiban (Kamtib).

"Langkah progresif ini diinisiasi sebagai upaya preventif dan responsif dalam meminimalisasi potensi kekerasan terhadap santri," ucapnya.

Melalui forum ini, Pesantren Nurul Jadid berkomitmen melahirkan figur pengurus yang tangkas, cerdas, cermat, serta profesional dalam melakukan pendampingan psikologis santri.

Kegiatan ini menghadirkan dua pakar sebagai narasumber utama, yaitu Direktur Yayasan Bhakti Budhi Pertiwi sekaligus Women Peace and Security Specialist, Siti Hanifah dan Praktisi Psikolog dan Dosen Universitas Hasyim Asy'ari, Jombang, Dr. Asriana Kibtiyah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....