KPI Jember Mengadakan Nobar dan Nulis Surat untuk Mei 1998
- 30 Mei 2026 17:01 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember: Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Jember menggelar kegiatan reflektif bertajuk Nobar dan Nulis Surat untuk Mei 1998 di Sekretariat KPI Cabang Jember. Agenda ini diselenggarakan sebagai ruang refleksi publik untuk mengenang momentum Reformasi 1998 sekaligus merawat ingatan kolektif atas tragedi kemanusiaan yang terjadi, khususnya kekerasan seksual terhadap perempuan. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengurus dan anggota KPI, mahasiswa, komunitas perempuan, pegiat lintas iman dan budaya, serta masyarakat umum di wilayah Jember.
Selain pemutaran film dokumenter, para peserta yang hadir juga diajak terlibat aktif dalam aksi solidaritas menulis surat reflektif yang ditujukan bagi para korban Mei 1998, keluarga korban, hingga generasi masa depan. Sekretaris Cabang KPI Jember, Dewi Eliana, menegaskan bahwa peristiwa Reformasi 1998 tidak dapat dipisahkan dari peran dan perjuangan kaum perempuan Indonesia.
"Sejarah mencatat, pada 18 Mei 1998, para aktivis perempuan mendeklarasikan Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi sebagai manifestasi nyata keterlibatan aktif perempuan dalam gerakan reformasi serta perjuangan demokrasi di tanah air. Perempuan hadir bukan hanya sebagai korban sejarah, tetapi juga pelaku perubahan sejarah. Karena itu, upaya menghapus atau menyangkal kekerasan terhadap perempuan dalam Mei 1998 adalah bentuk pengingkaran terhadap pengalaman korban dan perjuangan perempuan Indonesia," ujar Dewi Eliana dalam press releasenya, 29 Mei 2026.

KPI Cabang Jember menilai, maraknya penyangkalan sejarah, relativisasi tragedi, hingga upaya menyederhanakan peristiwa kelam tersebut sebagai sekadar kerusuhan biasa merupakan persoalan serius yang mengancam kualitas demokrasi Indonesia saat ini. Penyangkalan ini dinilai tidak hanya melukai perasaan korban dan keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga menghambat proses pemulihan, penegakan keadilan, serta pendidikan publik. Padahal, kekerasan seksual dalam Peristiwa Mei 1998 telah menjadi bagian dari catatan resmi berbagai lembaga negara dan masyarakat sipil, termasuk dokumen temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang memicu lahirnya Komnas Perempuan.

Di sisi lain, KPI Jember menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda hari ini di tengah gempuran disinformasi dan narasi yang berusaha menghapus ingatan publik terhadap pelanggaran HAM masa lalu. Oleh sebab itu, ruang-ruang budaya berupa literasi sejarah, diskusi, hingga menulis reflektif seperti ini dinilai krusial demi menjaga kesadaran kritis masyarakat. Terlebih dalam konteks lokal di Jember, perjuangan merawat ingatan ini dinilai linier dengan kondisi riil saat ini, di mana kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, tingginya angka perkawinan anak, kerentanan ekonomi, hingga minimnya ruang aman masih menjadi pekerjaan rumah yang menuntut keberpihakan bersama.
Melalui momentum ini, Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Jember mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak lupa, terus mempelajari sejarah secara objektif, dan tetap kritis terhadap segala bentuk pengaburan memori kolektif bangsa. Pihak panitia penyelenggara menekankan bahwa merawat ingatan Mei 1998 bukanlah romantisasi masa lalu, melainkan fondasi penting untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih adil, manusiawi, dan aman bagi perempuan serta kelompok rentan. Demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud ketika bangsa ini memiliki keberanian untuk mengakui luka sejarah, mendengarkan suara korban, dan memastikan tragedi serupa tidak pernah terulang kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....