FAO Dampingi Pengembangan Pisang Mas Kirana Lumajang

  • 28 Mei 2026 18:02 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang menggandeng organisasi pangan dunia Food and Agriculture Organization (FAO) untuk memperkuat pengembangan Pisang Mas Kirana melalui penerapan teknologi Geographical Indications, Environment and Sustainability (GIES). Kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi di Rumah Makan Pondok Asri, Rabu (27/5/2026).

Kepala Perwakilan FAO Indonesia, Rajendra Aryal, menjelaskan teknologi GIES bertujuan melindungi identitas produk khas daerah sekaligus meningkatkan keterlacakan asal produk melalui pemanfaatan sensor internet of things (IoT) dan big data.

“Teknologi ini membantu konsumen mengetahui asal produk secara lebih jelas, sekaligus melindungi indikasi geografis agar tidak mudah disalahgunakan atau dipalsukan,” ujar Rajendra.

Selain memperkuat perlindungan produk lokal, FAO juga mendorong penerapan pertanian berkelanjutan melalui pendekatan ilmiah dan partisipatif guna menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas daerah.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan Pisang Mas Kirana tidak hanya menjadi komoditas unggulan, tetapi juga identitas dan penggerak ekonomi masyarakat Lumajang.

Menurutnya, pemerintah daerah terus memperkuat kualitas budidaya melalui program Sekolah Lapang Good Agricultural Practices (SL-GAP) agar petani mampu menerapkan praktik pertanian yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

“Penguatan kualitas budidaya dan penanganan pascapanen menjadi penting agar Pisang Mas Kirana mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif,” katanya.

Saat ini pengembangan Pisang Mas Kirana tersebar di Kecamatan Senduro, Pasrujambe, dan Gucialit. Pada 2025, luas lahan pengembangan tercatat mencapai 409 hektare dengan produksi sekitar 368 ton per tahun.

Pemkab Lumajang berharap dukungan teknologi GIES dan pendampingan FAO mampu memperkuat posisi Pisang Mas Kirana sebagai produk unggulan daerah yang berdaya saing di pasar lebih luas dan berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....