Jejak Peace Leader di GBI Kasih Karunia Jember

  • 28 Mei 2026 14:47 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember: Peace Leader Indonesia kembali menggelar kegiatan bertajuk Peace Service sebagai upaya membangun ruang dialog dan memperkuat toleransi lintas iman di Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut digelar di gereja GBI Kasih Karunia, Jalan Gatot Subroto No. 3 Kepatihan, Jember, Jawa Timur. Program ini didedikasikan untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mengunjungi rumah-rumah ibadah, melakukan dialog lintas iman, hingga melaksanakan kegiatan sosial bersama. Sebanyak 45 mahasiswa Kelas Pancasila 82 Universitas Jember turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Dosen Pengampu Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Jember, Katrin Leba S.Ag., M.Th., kepada RRI menyampaikan bahwa Indonesia dibangun di atas keberagaman agama, budaya, dan keyakinan yang dipersatukan melalui nilai-nilai Pancasila.

"Pemahaman mahasiswa terhadap keberagaman tidak cukup hanya bersifat konseptual, melainkan perlu dihadirkan melalui pengalaman nyata di lapangan. Kunjungan ke rumah ibadah ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang membuka ruang dialog, empati, serta refleksi kemanusiaan. Jadi melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa nilai-nilai Pancasila hidup dan tumbuh dalam praktik keseharian masyarakat lintas agama." katanya, Senin, 25 Mei 2026 .

Sementara itu, Pendeta Drs. Djohan Rusli, M.Th. menegaskan bahwa moderasi beragama dalam kekristenan merupakan pemahaman dan pengamalan ajaran iman yang adil, seimbang, serta berlandaskan kasih guna menghindari sikap ekstremisme.

"Nilai moderasi tercermin melalui keterbukaan, solidaritas, toleransi, dan dialog antarumat beragama tanpa mengorbankan keyakinan dasar masing-masing. Ia juga menekankan bahwa prinsip kasih, belas kasih, dan pelayanan dapat menjadi landasan untuk menumbuhkan sikap saling menghormati, memperkuat dialog lintas iman, serta membangun tanggung jawab kolektif di tengah masyarakat majemuk. Pendidikan Kristen, memiliki kontribusi penting dalam mencetak agen perdamaian, keadilan, dan kohesi sosial di Indonesia."ujarnya.

Penggerak Peace Leader Jember, Andre, mengatakan pihaknya hadir untuk memfasilitasi ruang-ruang perjumpaan lintas iman dan kepercayaan bersama mahasiswa maupun masyarakat. Menurutnya, berbagai prasangka yang selama ini berkembang di tengah masyarakat perlu diklarifikasi melalui keterbukaan dan dialog langsung dengan tokoh agama dari berbagai perspektif. Ia menilai, ruang dialog menjadi langkah penting dalam membangun pemahaman bersama mengenai nilai perdamaian, persatuan, dan kemanusiaan universal. Melalui kegiatan Peace Service ini, Peace Leader Indonesia berharap semangat toleransi dan harmoni sosial dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....