Sebanyak 13 Nelayan Selamat setelah Terombang-ambing di Laut
- 24 Mei 2026 10:34 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Sebanyak 13 orang nelayan terombang ambing di laut selama dua jam, setelah kapal slerek mereka karam saat mencari ikan. Beruntungnya, mereka selamat karena ditolong nelayan lainnya.
Kapal Slerek Mustika tenggelam di perairan Desa Agel, Kecamatan Jangkar, pada Sabtu, 23 Mei 2026 sekitar pukul 01:00 Wib dini hari. Mereka ditolong nelayan lainnya sekitar pukul 03:00 Wib dini hari.
Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan, Satpolairud menerima laporan atas peristiwa tenggelamnya kapal dengan 13 anak buah kapal, pada pagi hari.
“Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan kondisi kapal dan keselamatan seluruh awak,” tegasnya.
AKP Gede menceritakan kronologi karamnya kapal slerek Mustika milik Moh Soleh (47), warga Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih. Kapal itu berangkat melaut, Jumat, 22 Mei 2026 pukul 15:00 Wib dari Pantai Mimbo menuju perairan Jangkar untuk mencari ikan.
Sekitar pukul 17:00 Wib, kapal menurunkan jangkar sambil menunggu waktu penangkapan. Namun pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01:00 Wib kapal mendadak miring ke kiri setelah air laut masuk melalui bagian buritan dan memenuhi lambung kapal.
"Seluruh ABK sudah berupaya menguras air yang masuk, namun upaya tersebut tidak berhasil hingga kapal akhirnya tenggelam. Para ABK bertahan di tengah laut sekitar dua jam dengan memanfaatkan benda-benda terapung sambil menunggu bantuan,” ungkapnya.
Salah satu awak kapal, Solihin, yang masih membawa telepon genggam berhasil menghubungi keluarganya untuk meminta pertolongan. Informasi itu kemudian diteruskan kepada nelayan lain di sekitar lokasi.
Sekitar pukul 03:30 Wib, kapal milik nelayan Mimbo bernama Tohar tiba di lokasi dan langsung melakukan evakuasi terhadap seluruh awak kapal. Semua korban berhasil dibawa kembali ke pesisir Pondok Mimbo dalam kondisi selamat.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dugaan sementara kapal tenggelam akibat kebocoran pada bagian lambung. Saat ini titik tenggelam kapal diberi tanda pelampung oleh pemilik untuk memudahkan proses pengangkatan kapal,” ucap Gede.
Gede Sukarmadiyasa mengimbau para nelayan agar lebih mengutamakan keselamatan saat melaut dengan membawa alat keselamatan, memeriksa mesin, kondisi lambung, serta seluruh fasilitas kapal sebelum berangkat melaut.
"Kalau ada hal yang berbahaya dan membutuhkan pertolongan darurat di laut maupun gangguan kamtibmas, untuk menghubungi Call Center 110 agar dapat segera ditindaklanjuti petugas," imbuh Gede Sukarmadiyasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....