Cerita Caca, Siswi Sekolah Rakyat Jember yang Sumbang Medali Pertama

  • 23 Mei 2026 06:42 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Delapan bulan lalu, Halimah Caraisa Humairoh atau yang akrab disapa Caca, mengaku sempat terkejut saat diterima di Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember.

Siswi kelas tujuh itu awalnya merasa tidak nyaman dengan konsep sekolah berasrama, yang diterapkan oleh Sekolah Rakyat.

“Saya awalnya tidak nyaman karena sekolah rakyat harus berasrama,” ujarnya dalam dialog luar studio RRI Jember, Jumat (22/5/2026).

Namun seiring waktu, rasa tidak nyaman itu berubah menjadi kebanggaan. Kini, Caca justru merasa senang menjadi bagian dari Sekolah Rakyat. Menurutnya, sekolah tersebut memberikan banyak fasilitas dan pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.

“Kita diberikan fasilitas lengkap, satu siswa satu laptop, smartboard di kelas, dan makanan bergizi,” katanya.

Di balik kehidupan asrama yang awalnya terasa berat, Caca menemukan pengalaman baru yang mengubah hidupnya.

Salah satunya ketika dikenalkan dengan olahraga karate oleh wali asrama bernama Bu Yulia.

Menurut Caca, sosok wali asrama menjadi figur yang paling menginspirasinya selama tinggal di Sekolah Rakyat.

“Bu Yulia yang mengenalkan saya ke karate sampai akhirnya bisa ikut lomba. Dari Bu Yulia, saya bercita-cita jadi guru,” ujarnya.

Tak disangka, pengalaman pertama mengikuti kejuaraan karate tingkat provinsi justru membawa Caca meraih juara dua sekaligus menjadi salah satu penyumbang medali pertama bagi Sekolah Rakyat.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah yang bahkan belum genap berdiri satu tahun.

Kepala Sekolah Rakyat Jember, Kartika Sari Dewi, mengatakan pihak sekolah sejak awal memang fokus memetakan bakat dan minat siswa untuk dikembangkan melalui pendampingan khusus.

“Caca ini salah satu penyumbang medali pertama untuk Sekolah Rakyat di bidang karate,” ujarnya.

Kartika menjelaskan, sekolah sengaja menghadirkan pelatih dari luar agar siswa dengan potensi tertentu mendapatkan pembinaan yang lebih optimal.

Hasilnya, kontingen Sekolah Rakyat berhasil membawa pulang satu medali emas dan empat medali perak dari kejuaraan karate tingkat provinsi.

Menurut Kartika, keberhasilan itu memicu semangat siswa lain untuk ikut berprestasi. “Ketika anak-anak dipanggil saat upacara karena membawa piala, yang lain akhirnya ikut termotivasi,” katanya.

Tak hanya karate, siswa Sekolah Rakyat kini juga mulai menorehkan prestasi di bidang tari tradisional dan bridge.

Sekolah bahkan mulai menyiapkan atlet panahan dan mendampingi siswa untuk mengikuti kompetisi lain.

Salah satunya Caca yang kini dipersiapkan mengikuti jambore nasional Pramuka pada Agustus mendatang.

Di balik prestasi siswa, Sekolah Rakyat Jember juga menerapkan sistem pendampingan asrama yang berbeda dengan sekolah reguler pada umumnya.

Selain wali kelas, sekolah memiliki wali asrama dan wali asuh yang mendampingi maksimal 10 siswa sebagai pengganti peran orang tua selama anak tinggal di asrama.

“Wali asuh itu tempat anak-anak berkeluh kesah dan pendampingan kemandiriannya,” kata Kartika.

Bagi Caca, perubahan terbesar bukan hanya soal fasilitas atau prestasi, tetapi tentang keberanian bermimpi lebih tinggi.

Kini ia bercita-cita menjadi guru karena menganggap guru sebagai pahlawan tanpa jasa.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....