Pemkab Turun Langsung Cek Dapur MBG Pasca Dugaan Keracunan
- 21 Mei 2026 11:40 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Pemkab Jember bergerak cepat menindaklanjuti dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menimpa sejumlah siswa TK di wilayah Kaliwates.
Ketua Satgas MBG Jember sekaligus PJ Sekda Jember, Achmad Imam Fauzi, mengatakan tim satgas langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan terhadap dapur penyedia makanan.
“Keselamatan harus diutamakan. Maka diambil langkah-langkah secepat-cepatnya untuk dicek persoalan apakah ini ditutup atau tidak,” ujarnya, kepada RRI, Kamis (21/5/2026).
Ia memastikan hasil laporan dari camat dan satgas lapangan akan diverifikasi langsung oleh tim Pemkab Jember.
“Kami akan turun juga memastikan laporan. Posisi hari ini ada yang di lapangan. Nanti akan kami informasikan update-nya,” tambahnya.
Fauzi menambahkan, Bupati Jember, Muhammad Fawait juga memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kasus tersebut dan meminta agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sementara itu, Camat Kaliwates, Dwi Sunu Arinugroho, langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur pengolah makanan SPPG Al Mubarok sebagai langkah cepat pengecekan dan penegakan standar keamanan pangan.
Didampingi unsur Muspika, petugas kesehatan, dan tim pengawas program, pihak kecamatan meninjau proses pengolahan, penyimpanan bahan baku, kebersihan peralatan, hingga sistem pengemasan dan distribusi makanan.
Pemeriksaan dilakukan menyusul laporan sekitar 18 siswa mengalami keluhan kesehatan seperti mual, muntah, sakit perut, dan demam setelah menyantap makanan program MBG.
“Mendapat laporan ada anak-anak yang sakit, kami langsung turun ke lokasi. Prioritas utama kami adalah memastikan keamanan dan kesehatan anak-anak,” ujarnya, dikutip dari PPID Pemkab Jember.
Ia menegaskan pemerintah akan menelusuri sumber persoalan, baik dari bahan baku, proses pengolahan, kebersihan, maupun penyajian makanan.
“Tidak ada kompromi soal standar higienitas,” katanya.
Menurutnya, sebagian siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas maupun rumah sakit dan kondisinya mulai membaik.
Pihak kecamatan juga meminta penjelasan lengkap beserta dokumen kelayakan dari pengelola SPPG Al Mubarok serta mengambil sampel makanan dan bahan baku untuk diperiksa di laboratorium.
“Kami akan ambil langkah tegas sesuai aturan apabila ditemukan kelalaian yang membahayakan kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, pengelola SPPG Al Mubarok menyatakan siap bekerja sama dan meminta maaf atas kejadian tersebut. Mereka juga berjanji melakukan evaluasi dan perbaikan sistem kerja agar insiden serupa tidak terulang.
Sebelumnya, belasan siswa taman kanak-kanak di Kabupaten Jember diduga mengalami keracunan makanan program MBG pada Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan data Satgas MBG Jember, jumlah siswa yang terdampak mencapai sekitar 18 anak. Empat anak sempat menjalani rawat inap di rumah sakit, sementara lainnya mendapatkan perawatan di puskesmas dan rawat jalan.
Makanan yang diduga menyebabkan keracunan berasal dari SPPG Mitra Kaliwates 7 di Jalan Teratai, Jember.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....