Disnakkan Bondowoso Periksa Hewan Kurban di Lapak Al Fajri
- 20 Mei 2026 13:09 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) melakukan inspeksi langsung ke lapak-lapak penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Idula Adha 1447 Hijriah, salah satu ke Lapak Al Fajri di Kecamatan Bondowoso.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan dan kelayakan daging yang akan dikonsumsi masyarakat.
Kepala Disnakkan Bondowoso Hendri Widotono mengatakan, pemeriksaan dilakukan dengan pengawasan ketat dari dokter hewan dan petugas kesehatan hewan. Selain kesehatan, pihaknya juga memastikan kesejahteraan hewan di lokasi penjualan.
“Yang pertama terjaminnya kesejahteraan hewan, terutama di lapak ada naungannya lengkap dan kandangnya. Yang kedua kesehatannya, sehingga nanti daging yang beredar di masyarakat layak untuk dikonsumsi,” kata Hendri.
Ia menjelaskan, hewan kurban yang telah diperiksa akan diberi tanda khusus berupa stiker dan surat keterangan kesehatan. Hal tersebut untuk memudahkan masyarakat mengenali hewan yang sudah lolos pemeriksaan petugas.
“Kalau ada stikernya berarti sudah diperiksa semua, sapinya dan hewan kurbannya sudah diperiksa,” ujarnya.
Menurut Hendri, pemeriksaan tidak hanya dilakukan di satu titik penjualan. Petugas akan mendatangi seluruh lapak hewan kurban yang diketahui beroperasi di wilayah Bondowoso, termasuk berdasarkan laporan masyarakat.
“Pokoknya ada laporan masyarakat yang membuka lapak, kita datangi semuanya,” tuturnya.
Untuk mendukung pengawasan tersebut, Disnakkan telah menerjunkan sekitar 75 tenaga medik dan paramedik veteriner ke berbagai wilayah di Bondowoso. Mereka bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Sekitar 75 orang medik paramedik sudah tersebar di masing-masing wilayah, terutama titik-titik penjualan untuk masyarakat umum,” ungkap Hendri.
Ia menambahkan, pengawasan pemotongan hewan kurban tidak hanya terfokus di Rumah Potong Hewan (RPH). Sebab, mayoritas penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha dilakukan di lingkungan masyarakat dan masjid.
Karena itu, Disnakkan mengimbau masyarakat segera melaporkan atau menghubungi petugas medik veteriner terdekat apabila menemukan hewan kurban yang diduga sakit atau tidak layak.
Hendri menegaskan, penerapan prinsip kesejahteraan hewan akan berdampak pada kualitas daging yang dihasilkan. Ia menyebut standar daging kurban harus memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
“Kalau kesejahteraan hewannya terjamin, otomatis kualitas daging lebih bagus dan sehat. Ada istilah ASUH, aman, sehat, utuh, dan halal,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....