Lumajang Jadi Percontohan Nasional Program Benteng Bencana

  • 18 Mei 2026 09:25 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang – Kabupaten Lumajang ditetapkan sebagai daerah percontohan nasional implementasi program Benteng Bencana Indonesia, sebuah model kolaboratif yang menempatkan ketahanan masyarakat sebagai fondasi utama dalam penanggulangan bencana.

Peluncuran program ditandai dengan pelepasan Unit Mobile Museum di Lobby Kantor Bupati Lumajang, Rabu (13/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri pemerintah daerah, kepala OPD, camat, kepala desa kawasan terdampak Semeru, serta sejumlah lembaga mitra kebencanaan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan penunjukan Lumajang sebagai pilot project nasional menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Menurutnya, Lumajang memiliki tingkat kerawanan yang tinggi karena 12 dari 13 jenis potensi bencana di Indonesia terdapat di wilayah tersebut. Sepanjang 2025 saja, tercatat 161 kejadian bencana terjadi di Lumajang, termasuk erupsi Gunung Semeru yang berdampak besar di Kecamatan Pronojiwo.

“Ketahanan masyarakat tidak cukup dibangun lewat infrastruktur saja, tetapi juga melalui kesiapan sosial, ekonomi, dan edukasi kebencanaan,” ujar Indah.

Ia menjelaskan, tantangan terbesar sering muncul setelah bencana terjadi, ketika masyarakat harus memulihkan kehidupan dan perekonomian mereka. Banyak warga kehilangan pekerjaan maupun sumber penghasilan akibat dampak bencana.

Karena itu, Pemkab Lumajang mendorong penguatan ekonomi warga terdampak melalui pelatihan keterampilan, pemberdayaan usaha kecil, hingga penciptaan sumber ekonomi baru sebagai bagian dari proses pemulihan pascabencana.

Selain penguatan ekonomi, edukasi kebencanaan juga menjadi fokus utama program Benteng Bencana Indonesia. Kehadiran Mobile Museum diharapkan dapat meningkatkan literasi kebencanaan masyarakat, terutama pelajar, terkait karakter bencana dan langkah mitigasi saat kondisi darurat.

Pemerintah menilai pemahaman masyarakat terhadap risiko bencana menjadi investasi jangka panjang untuk mengurangi korban jiwa dan meningkatkan kesiapsiagaan.

Program ini juga menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam pengurangan risiko bencana. Pemerintah daerah, komunitas, lembaga sosial, hingga masyarakat desa dilibatkan untuk membangun sistem ketahanan yang lebih berkelanjutan.

Bagi Lumajang, program Benteng Bencana Indonesia bukan sekadar proyek percontohan nasional, tetapi bagian dari upaya membangun budaya tangguh di tengah ancaman bencana yang terus berulang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....