Pemkab Jember Usulkan 11 Desa Jadi Desa Migran Emas

  • 16 Mei 2026 19:42 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Pemkab Jember mengusulkan 11 desa untuk menjadi Desa Migran Emas (Edukatif, Maju, Aman, Sejahtera), program yang digagas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Jember, Hadi Mulyono, mengatakan program tersebut bertujuan membangun ekosistem pekerja migran yang aman, sejahtera, dan mandiri berbasis desa.

“Program Desa Migran Emas ini bertujuan mewujudkan ekosistem migran aman, sejahtera, dan mandiri. Hulunya memang dari desa,” ujarnya, saat on air Halo RRI, Jumat (15/5/2026).

Adapun 11 desa yang diusulkan meliputi Desa Balung Lor, Dukuhdempok, Sabrang, Ambulu, Glundengan, Wonoasri, Ledokombo, Bagorejo, Sidomukti, Sidomulyo, dan Puger Kulon.

Menurutnya, Jember menjadi salah satu daerah penyumbang pekerja migran terbesar di Jawa Timur. Rata-rata lebih dari seribu warga berangkat bekerja ke luar negeri setiap tahun secara prosedural.

Karena itu, desa dinilai memiliki peran penting dalam memberikan informasi, perlindungan, hingga pendampingan bagi calon pekerja migran maupun keluarga mereka.

“Ke depan desa diharapkan menjadi pusat informasi bekerja di luar negeri yang aman sekaligus memberikan pemberdayaan bagi pekerja migran yang sudah pulang,” katanya.

Program tersebut juga diarahkan untuk menekan keberangkatan pekerja migran nonprosedural yang selama ini kerap memicu persoalan di luar negeri. Seperti kekerasan hingga perdagangan orang.

Untuk mendukung layanan pekerja migran, saat ini petugas BP3MI telah ditempatkan di Mal Pelayanan Publik Jember guna melayani informasi dan proses administrasi calon PMI.

Selain itu, Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung dan dr. Soebandi juga telah membuka layanan medical check up bagi calon pekerja migran Indonesia.

Hadi berharap seluruh pemerintah desa di Jember dapat mendukung program Desa Migran Emas, termasuk melalui pembentukan peraturan desa terkait perlindungan pekerja migran.

Ia juga mengimbau masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar menempuh jalur resmi dan prosedural demi menjamin perlindungan selama bekerja di luar negeri.

“Bagi calon PMI, cari informasi negara-negara mana yang membuka ruang kerja. Sebelum berangkat, saya berharap mungkin melalui program pelatihan untuk peningkatan kompetensi,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....