Kekeringan Melanda Dusun Geddingan Bondowoso, BPBD Kirim Bantuan
- 13 Mei 2026 14:56 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Dusun Geddingan, Desa Blimbing, Kecamatan Klabang, Bondowoso kembali mengalami kekeringan saat musim kemarau tahun 2026. Sebanyak 356 warga terdampak dan bergantung pada bantuan air bersih dari BPBD Bondowoso maupun sumber air sungai yang berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman warga.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan Kabupaten Bondowoso, wilayah terdampak di Desa Blimbing berada di Dusun Geddingan RT 13, RT 14, RT 15 dan RW 03.
Salah seorang warga Dusun Geddingan, Astutik, mengatakan setiap musim kemarau dirinya bersama keluarga harus mencari air ke Sungai Duren untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, jarak menuju sungai sekitar dua kilometer dengan kondisi jalan menanjak dan cukup ekstrem. Jika menggunakan sepeda motor hanya memerlukan beberapa menit, namun jika berjalan kaki membutuhkan waktu lebih lama.
“Sekitar 2 kilometer,” jelasnya dalam bahasa Madura, Rabu, 23 Mei 2026.
Astutik mengaku bersama keluarganya biasa pergi ke Sungai Duren hingga tiga kali sehari untuk mandi dan mencuci pakaian. Sementara kebutuhan air minum diperoleh dengan menimba air sungai lalu ditampung di tandon lipat bantuan BPBD serta tiga jurigen besar.
“Biasanya dipakai seminggu habis,” ujarnya.
Saat hujan turun, warga memanfaatkan tandon dan jurigen untuk menampung air hujan. Warga juga selalu menunggu ketika bantuan air bersih dari BPBD datang dengan membawa jurigen dan ember masing-masing.
Komandan Regu 2 TRC BPBD Bondowoso, Leman, mengatakan dalam satu kali distribusi BPBD mengirimkan 10 ribu liter air bersih menggunakan dua truk tangki berkapasitas masing-masing 5 ribu liter.
“10 ribu liter air yang hari ini dikirim,” katanya.
Ia menegaskan BPBD tidak membatasi jumlah air yang diambil warga selama persediaan masih tersedia. Selain dibagikan langsung kepada warga, BPBD juga mengisi tandon air umum di dusun tersebut hingga 2.500 liter.
“Diisi juga, gak ada batasan,” urainya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menjelaskan penyaluran bantuan air bersih akan terus dilakukan di 20 dusun yang tersebar di 13 desa dan sembilan kecamatan sesuai SK Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan 2026.
Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Maesan, Klabang, Prajekan, Wringin, Tegalampel, Botolinggo, Tamankrocok, Curahdami dan Tlogosari.
“Ada 20 dusun, di sembilan kecamatan,” terangnya.
Namun BPBD Bondowoso saat ini tengah mencari tambahan anggaran untuk distribusi air bersih. Pasalnya, anggaran APBD yang tersedia diperkirakan hanya cukup untuk penyaluran selama 30 hari ke depan.
Kondisi itu dipicu kenaikan harga BBM non subsidi yang menyebabkan jumlah distribusi air bersih berkurang dari semula 40 kali penyaluran menjadi hanya 30 kali, sementara prediksi BMKG menyebut musim kemarau masih berlangsung hingga tujuh bulan mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....