Wamen Komdigi Soroti Ancaman AI dan Hubungan Sintetis pada Anak

  • 09 Mei 2026 21:50 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengingatkan masyarakat tentang potensi ancaman kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap anak apabila digunakan tanpa pendampingan.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri launching Festival Egrang ke-14 yang digelar komunitas Tanoker Ledokombo di Sumber Lesung, Ledokombo, Jember, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Nezar, perkembangan teknologi AI saat ini membuat anak-anak dapat dengan mudah berinteraksi dengan robot percakapan digital melalui berbagai platform.

Ia menilai kondisi tersebut dapat memunculkan synthetic relationship atau hubungan sintetis, ketika anak lebih percaya kepada robot dibanding orang tua maupun lingkungan sekitarnya.

“Anak bisa merasa lebih percaya kepada robot ini ketimbang orang tuanya dan teman-temannya,” ujarnya.

Nezar mengatakan, kondisi itu berpotensi berbahaya apabila anak tidak dibekali pemahaman yang cukup mengenai teknologi AI.

Ia bahkan menyinggung adanya kasus di luar negeri ketika anak mengikuti instruksi dari robot AI hingga berujung fatal.

“Karena itu kita harus membekali anak-anak dengan pengetahuan tentang kecerdasan buatan agar tidak menjadi budak teknologi,” katanya.

Menurutnya, abad ke-21 merupakan era kecerdasan buatan yang tidak bisa dihindari. Namun, penggunaan teknologi tetap harus diimbangi dengan relasi sosial yang sehat di dunia nyata.

Ia menilai, permainan tradisional seperti egrang dapat membantu membangun hubungan emosional yang autentik antara anak, keluarga, dan lingkungan sosialnya.

“Permainan fisik membangun authentic relationship, relasi yang nyata antarmanusia,” ujarnya.

Nezar mengatakan permainan tradisional tidak sekadar aktivitas hiburan, tetapi juga menjadi sarana membangun nilai dan sistem budaya di tengah masyarakat.

Menurutnya, permainan egrang mengajarkan keseimbangan, kerja sama, semangat saling menolong dan tidak saling menjatuhkan.

“Egrang itu kalau kita lihat sangat mikro, cuma naik dan menjaga keseimbangan. Tapi gerak bersama secara kolektif itu membangun satu sistem nilai sendiri,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....