Kopling Pronojiwo Pulihkan Lahan Kritis dan Mata Air Lewat Konservasi Eksistem

  • 04 Mei 2026 19:01 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang — Komunitas Pecinta Lingkungan atau Kopling Pronojiwo mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang atas upaya pemulihan lahan kritis di lereng curam Desa Tamanayu sejak 2017. Pendekatan yang digunakan bukan sekadar penanaman pohon, melainkan konservasi berbasis ekosistem yang menyasar akar persoalan lingkungan.

Gerakan ini menjawab 3 persoalan mendasar di wilayah tersebut, yakni degradasi lahan, berkurangnya tutupan vegetasi, serta menurunnya ketersediaan sumber air. Berbeda dari penghijauan konvensional yang kerap bersifat simbolik, setiap intervensi Kopling dirancang untuk memulihkan fungsi ekologis secara menyeluruh.

Kepala DLH Kabupaten Lumajang Hertutik menegaskan pendekatan berbasis ekosistem menjadi kunci keberlanjutan lingkungan. Hal itu terutama penting di wilayah dengan kerentanan tinggi terhadap longsor dan kekeringan.

"Yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar menanam, tetapi bagaimana penanaman itu mampu memulihkan fungsi lingkungan. Ini yang dilakukan Kopling, sehingga dampaknya nyata," ujar Hertutik, Senin, 4 Mei 2026.

DLH juga memberikan pendampingan teknis mulai dari pemilihan jenis tanaman, pola tanam, hingga perawatan. Semua dilakukan secara terencana agar memberikan dampak jangka panjang sesuai karakteristik lahan.

Anggota Kopling Husain menjelaskan gerakan ini lahir dari kondisi nyata di lapangan. Lahan mulai kritis dan sumber mata air mengalami penurunan drastis saat musim kemarau menjadi pemicu utama terbentuknya komunitas ini.

"Kami tidak hanya menanam, tapi memastikan tanaman itu tumbuh dan memberi manfaat. Sekarang beberapa sumber air yang dulu berkurang sudah mulai kembali," ungkap Husain.

Selain tanaman konservasi, Kopling juga mengembangkan tanaman produktif seperti sukun dan sirsak. Pendekatan ini memulihkan lingkungan sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat sehingga konservasi menjadi kebutuhan bersama.

Hingga saat ini ratusan pohon telah ditanam dan lebih dari 10 sumber mata air dilaporkan kembali pulih. DLH menilai model ini sebagai praktik baik yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Lumajang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....