Remo Sutinah, Warnai Peringatan Hardiknas Bondowoso
- 04 Mei 2026 11:16 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso memilih menampilkan Tari Remo Sutinah dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jumat (2/5/2026). Pemilihan tarian khas daerah ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah keberagaman budaya nasional.
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso Taufan Restuanto menjelaskan, pemilihan Tari Remo Sutinah dilakukan secara bergantian dengan tarian daerah lainnya. Tahun ini, tarian tersebut dipilih untuk mengenalkan nilai sejarah dan perjuangan tokoh lokal kepada generasi muda.
“Kebetulan sekarang memilih Remo Sutinah. Tahun depan juga akan tari-tari lain kita tampilkan,” kata Taufan.
Ia menambahkan, Tari Remo Sutinah memiliki makna historis karena terinspirasi dari sosok Sutinah, seorang pejuang asal Bondowoso yang mengekspresikan perjuangannya melalui seni tari.
“Pesannya, Sutinah adalah pejuang Bondowoso yang berjuang melalui Tari Remo. Ini khas Jawa Timur, tetapi kita punya kekhasan yang diciptakan oleh Bu Sutinah, warga asli Bondowoso,” tuturnya.
Menurut Taufan, tarian tersebut sebenarnya sudah lama ada, namun kini kembali disemarakkan agar lebih dikenal masyarakat luas, khususnya kalangan pelajar. Upaya ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat karakter berbasis kearifan daerah.
Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan, penggunaan pakaian adat dan penampilan seni tradisional dalam Hardiknas merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Menurutnya, momentum ini penting untuk menanamkan nilai persatuan sekaligus penghormatan terhadap budaya daerah.
“Pengenaan baju adat ini bagian dari khazanah kita, bahwa Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita walaupun di daerah tetap menghargai dan mengenal budaya-budaya lain,” ujar Hamid.
Ia menegaskan, pelestarian budaya lokal seperti Tari Remo Sutinah perlu terus diperkuat agar tetap hidup di tengah masyarakat. Selain sebagai warisan budaya, tarian tersebut juga menjadi identitas dan kearifan lokal Bondowoso.
“Termasuk Remo Sutinah, itu perlu kita perkuat dan lestarikan sebagai identitas serta kearifan lokal Bondowoso,” ungkapnya.
Informasi dihimpun, Tari Remo Sutinah adalah tarian tradisional khas yang berkembang di Padepokan Gema Buana, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Tarian ini bersifat heroik (kepahlawanan) dan sering difungsikan sebagai tari penyambutan tamu. Remo Sutinah menonjolkan gerakan tegas, gagah, dan energik, sering kali ditarikan oleh perempuan dengan pola lantai garis lurus, diagonal, atau vertikal.
Tarian ini merupakan bagian penting dari warisan budaya Bondowoso yang sering ditampilkan dalam acara-acara resmi atau pertunjukan seni.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....