IPM Banyuwangi Naik, Jadi Lokasi Hardiknas 2026
- 02 Mei 2026 13:28 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Tren kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi menarik perhatian pemerintah pusat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu’ti pun hadir langsung dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Taman Blambangan, Sabtu, 2 Mei 2026.
IPM Banyuwangi terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Pada 2025, angkanya mencapai 75,17, naik dari 74,30 pada 2024, 73,79 (2023), 73,15 (2022), dan 72,62 (2021).
Capaian tersebut menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu daerah dengan IPM tinggi di Jawa Timur, bahkan tertinggi di kawasan Sekarkijang.
“Itu capaian yang sangat baik. Banyuwangi memiliki banyak program pendidikan yang inovatif, terutama untuk menjangkau anak-anak yang tidak bersekolah,” ujar Mu’ti, Sabtu 2 Mei 2026.
Mu’ti menilai, berbagai terobosan pendidikan di Banyuwangi layak menjadi contoh. Program-program tersebut dinilai mampu menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Salah satu program unggulan adalah Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh). Program ini berfokus mengembalikan anak putus sekolah ke bangku pendidikan melalui berbagai skema.
Selain itu, terdapat program Siswa Asuh Sebaya yang mendorong solidaritas antar siswa. Melalui program ini, siswa yang mampu membantu kebutuhan teman yang kurang mampu, mulai dari perlengkapan sekolah hingga biaya penunjang belajar.
Peringatan Hardiknas di Banyuwangi juga diwarnai pertunjukan Kuntulan Ewon yang melibatkan 1.060 pelajar dari SD hingga SMA. Mereka menampilkan kolaborasi seni tari dan musik rebana bersama seniman lokal.
Menurut Mu’ti, kegiatan seni budaya menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa.
“Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepribadian,” ujar Mu’ti.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut pendidikan di daerahnya diarahkan untuk mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh.
“Pendidikan di Banyuwangi tidak hanya fokus akademik, tetapi juga seni, budaya, dan keterampilan lainnya,” ujar Ipuk.
Ia menambahkan, pelibatan pelajar dalam berbagai agenda seni menjadi bagian dari strategi membangun karakter generasi muda.
“Kuntulan Ewon ini salah satu bentuknya. Kami ingin anak-anak berkembang secara utuh,” ujar Ipuk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....