Upaya Menjawab Lonjakan Konflik Manusia dan Satwa Liar
- 30 Apr 2026 18:34 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember: Upaya menjawab lonjakan konflik antara manusia dan satwa liar terus diperkuat oleh komunitas relawan di daerah. Salah satunya dilakukan oleh Relawan Ben Sromben Jember yang menggelar kegiatan edukasi dan pelatihan dengan menghadirkan dokter hewan sekaligus influencer asal Belanda, Femke Den Haas, bersama drh.Deni Rahmadani dan tim dari Jakarta Animal Aid Network. Kegiatan yang diikuti sekitar 90 peserta dari berbagai unsur, mulai dari relawan hingga instansi seperti BPBD Jember, Satpol PP Jember, BKSDA Wilayah II Jember, serta perwakilan pemerintah daerah lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif terkait penanganan luka akibat gigitan satwa liar yang berisiko tinggi, sekaligus edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian satwa di habitat aslinya. Femke Den Haas menekankan bahwa kasus gigitan monyet masih kerap terjadi, terutama dipicu oleh praktik pemeliharaan satwa liar yang tidak tepat di tengah masyarakat. Menurutnya, rendahnya kesadaran akan perilaku alami satwa menjadi salah satu faktor utama meningkatnya konflik.
“Pertama itu prevensi. Kenapa kita digigit itu karena banyak orang masih memelihara monyet dan satwa liar, padahal tidak bisa dipelihara. Pada waktunya, mereka akan kembali liar karena instingnya masih ada, dan ini sangat membahayakan masyarakat,” ujar Femke.
Ia menjelaskan, banyak kasus terjadi ketika satwa peliharaan dilepas, kabur, atau bahkan dibuang oleh pemilik yang tidak mampu merawat, sehingga memicu potensi serangan terhadap manusia. Lebih lanjut, Femke menegaskan bahwa penanganan luka gigitan satwa liar tidak bisa disamakan dengan luka biasa karena memiliki tingkat kontaminasi bakteri yang tinggi. Luka tidak boleh ditutup rapat dan harus segera ditangani di fasilitas kesehatan dengan prosedur khusus. Selain aspek medis, ia juga mendorong adanya regulasi yang lebih tegas terkait larangan pemeliharaan satwa primata, sebagai langkah preventif jangka panjang untuk melindungi keselamatan manusia sekaligus menjaga keberlangsungan satwa liar di alam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....