Mahasiswa FK Unej Luncurkan Program Kesehatan untuk Petani

  • 29 Apr 2026 09:10 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember yang tergabung dalam Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) meluncurkan program Analgesic (Rising Health Awareness in Agricultural Society) untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat pertanian di Jember. Anggota Standing Committee on Human Rights and Peace (SCORP) CIMSA UNEJ, Bunga Cosita Imansari Seputro, mengatakan petani merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai risiko kesehatan, namun sering luput dari perhatian, hal ini disampaikan dalam program “Jaga Malam” RRI Jember, Jumat 24 April 2026.

“Risiko kesehatan petani tidak hanya berasal dari aktivitas fisik berat, tetapi juga dari paparan lingkungan kerja,” ujarnya

Menurutnya, paparan pestisida dan pupuk tanpa alat pelindung diri yang memadai dapat memicu gangguan kesehatan, mulai dari masalah pernapasan hingga dampak jangka panjang akibat paparan bahan kimia.

Selain itu, petani juga menghadapi risiko dari kondisi lingkungan seperti paparan sinar matahari berlebih, kualitas air dan tanah, hingga potensi paparan logam berat.

Salah satu fokus utama program Analgesic adalah edukasi mengenai pH tanah yang dinilai berpengaruh terhadap keamanan pangan dan kesehatan manusia.

“Jika kondisi tanah terlalu asam, logam berat lebih mudah terserap tanaman dan berpotensi masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi pangan,” kata Bunga.

Ia menambahkan, persoalan kesehatan petani juga berkaitan dengan aspek mental, terutama saat hasil panen terganggu dan memicu tekanan ekonomi.

Sebagai implementasi program, CIMSA UNEJ bersama International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) LC UNEJ telah melakukan intervensi di Desa Gumuksari, Kecamatan Kalisat.

Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi hak atas kesehatan, serta workshop sederhana pengukuran pH tanah agar petani dapat memantau kondisi lahan secara mandiri.

“Pendekatannya tidak hanya medis, tetapi juga menggabungkan perspektif pertanian agar lebih relevan bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain program untuk petani, CIMSA UNEJ juga menyiapkan kampanye edukasi Penyakit Tidak Menular (PTM) yang akan digelar di Alun-alun Jember sebagai bagian dari peringatan 25 tahun CIMSA.

Kegiatan itu akan menghadirkan layanan edukasi kesehatan gratis bagi masyarakat.

Melalui program Analgesic, mahasiswa berharap kesadaran kesehatan petani dapat meningkat, sekaligus mendorong perhatian lebih besar terhadap kelompok masyarakat yang berperan penting dalam ketahanan pangan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....