Operasi Katarak Gratis Banyuwangi Sasar 718 Warga
- 28 Apr 2026 13:58 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Bakti sosial operasi katarak gratis kembali digelar di Kabupaten Banyuwangi, Selasa, 28 April 2026. Program kerja sama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, PMI, dan John Fawcett Foundation (JFF) ini diikuti 718 warga dan berlangsung selama lima hari hingga Sabtu, 2 Mei 2026, di dua lokasi, yakni Markas PMI Banyuwangi dan RSUD Blambangan.
Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo, mwngatakan program operasi katarak gratis sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain memulihkan penglihatan, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas warga dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga program ini terus berkelanjutan agar semakin banyak warga yang terbantu,” ujar Guntur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, Ketua JFF Indonesia I Gede Bingin, serta JFF Australia Board Member dr. Joss Meyer. Selain operasi katarak, kegiatan ini juga mencakup pemeriksaan mata gratis bagi 1.500–2.000 orang, penanganan 151 pasien refraksi, serta pemasangan bola mata palsu kepada 15 pasien.
Bakti sosial ini melibatkan 7 dokter spesialis mata, 32 tenaga medis, serta relawan dari Dinas Kesehatan, PMI, dan lintas sektor lainnya. Pelayanan dilakukan secara terpadu di dua titik guna memperluas jangkauan masyarakat.
Ketua JFF Indonesia, I Gede Bingin, menyampaikan pihaknya berkomitmen mendukung upaya Pemkab Banyuwangi dalam menanggulangi kebutaan akibat katarak.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ucap Bingin.
Senada, JFF Australia Board Member dr. Joss Meyer mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut kolaborasi ini menjadi bentuk nyata kerja sama lintas negara dalam bidang kemanusiaan.
“Ini merupakan kolaborasi antara Australia, Indonesia, John Fawcett Foundation, dan masyarakat Banyuwangi. Kami menantikan hasil positif bagi kesehatan mata warga,” ungkap Joss.
Salah satu pasien, Sayunah (52), warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, mengaku telah menderita katarak selama 3 tahun. Kondisi tersebut membuat matanya kerap berair dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Saya sangat bersyukur bisa ikut operasi karena gratis. Semoga setelah ini saya bisa melihat normal kembali,” ujar Sayunah.
Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam meningkatkan akses layanan kesehatan, khususnya penanganan gangguan penglihatan yang masih menjadi salah satu penyebab utama penurunan kualitas hidup masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....